Jumat, 1 Mei 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Kementan Gencarkan Tanam Serentak di Sumenep

Redaksi - Friday, 01 May 2026 | 08:14 AM

Background
Kementan Gencarkan Tanam Serentak di Sumenep
Katimker Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementan RI wilayah kerja Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih saat giat tanam serentak lahan oplah ( Istimewa/)

salsabilafm.com  - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mendorong percepatan tanam melalui kegiatan tanam serentak di lahan optimalisasi lahan (oplah) di wilayah terdampak banjir di Kabupaten Sumenep.


Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya intervensi terhadap lahan sawah yang berpotensi mengalami kekeringan atau kekurangan pasokan air. Melalui program oplah, pemerintah menargetkan peningkatan indeks pertanaman (IP) dari sebelumnya IP 100 menjadi IP 200.


Katimker Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementan RI wilayah kerja Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut instruksi Menteri Pertanian dalam rangka percepatan tanam di berbagai daerah.




"Sesuai dengan instruksi Bapak Menteri Pertanian, pada hari ini kami melaksanakan gerakan tanam di lokasi kegiatan oplah tahun 2025. Kami melakukan gerakan tanam serentak di beberapa titik wilayah dengan luasan sekitar 125 hektare," ujarnya, Kamis (30/4/2026).


Menurutnya, program optimalisasi lahan difokuskan pada area sawah yang termasuk dalam luas baku sawah, namun memiliki keterbatasan sumber air sehingga belum dimanfaatkan secara maksimal.




"Kegiatan oplah ini merupakan intervensi pada luas baku sawah yang dimungkinkan mengalami kekeringan atau kekurangan pasokan air, sehingga bisa meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200," ujarnya menjelaskan.


Menurut Dewo, Kabupaten Sumenep memiliki potensi luas baku sawah yang cukup besar, sehingga program ini dinilai strategis untuk meningkatkan produksi pertanian di daerah.


"Untuk Kabupaten Sumenep sendiri, luas baku sawah mencapai 28.603 hektare, dengan intervensi kegiatan oplah sekitar 1.400 hektare," pungkasnya. (*)