Selasa, 16 Juni 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Sambut Tahun Baru Islam, Ribuan Santri Ponpes Assirojiyyah Kajuk Gelar Istighotsah

Ach. Mukrim - Tuesday, 16 June 2026 | 05:42 AM

Background
Sambut Tahun Baru Islam, Ribuan Santri Ponpes Assirojiyyah Kajuk Gelar Istighotsah
Ribuan Santri saat melaksanakan Istighosah bersama di halaman Ponpes Assirojiyyah Kajuk, Sampang (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Pondok Pesantren (Ponpes) Assirojiyyah Kajuk, Kabupaten Sampang menggelar istighotsah bersama. Kegiatan tahunan tersebut berlangsung pada Senin (15/6/2026) malam dan diikuti ribuan para santri. 


Kegiatan dimulai setelah salat Isya dan dilaksanakan secara bergiliran antar kelas hingga menjelang waktu Subuh. Para santri mengikuti rangkaian doa, dzikir, dan pembacaan wirid dengan tertib di bawah bimbingan para ustaz dan pengurus pondok.


Suasana khidmat menyelimuti area pesantren saat para santri memanjatkan doa untuk keselamatan, keberkahan, dan kemajuan umat Islam di tahun yang baru.




Pengasuh Ponpes Assirojiyyah Kajuk, KH Ato'ulloh Bushiri mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap pergantian tahun Hijriah sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan para santri.


Menurutnya, momentum Tahun Baru Islam tidak hanya dimaknai sebagai pergantian angka dalam kalender, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri atas perjalanan hidup selama setahun terakhir.




"Kami berharap para santri dapat menjadikan pergantian tahun Hijriah ini sebagai titik awal untuk memperbaiki diri, meningkatkan semangat belajar, serta memperkuat ibadah kepada Allah SWT," katanya, Selasa (16/6/2026). 


Dia menambahkan, istighotsah bersama juga menjadi media untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan pesantren. Melalui doa yang dipanjatkan secara berjamaah, para santri diajak untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, kepedulian, dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.


"Selain memohon keberkahan dan keselamatan, kegiatan ini menjadi sarana pendidikan spiritual bagi santri agar memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam," imbuhnya




Kiai Atho' menegaskan, peringatan Tahun Baru Islam harus menjadi momentum kebangkitan moral bagi generasi muda. Menurutnya, tantangan yang dihadapi santri saat ini tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga pengaruh perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat.


"Kami ingin para santri memahami bahwa hijrah yang diajarkan Rasulullah SAW tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan secara fisik, tetapi juga perubahan sikap dan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik. Di era digital seperti sekarang, para santri harus mampu menjaga akhlak, memperkuat keimanan, dan menggunakan teknologi secara bijaksana," tuturnya.




Menurut dia, istighotsah yang digelar semalam suntuk tersebut menjadi salah satu ikhtiar pesantren dalam membangun ketahanan spiritual para santri. Dengan memperbanyak doa dan dzikir, para santri diharapkan memiliki ketenangan hati serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa mendatang.


Dia menambahkan, pendidikan pesantren tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga pembentukan karakter dan mental yang kuat. Karena itu, kegiatan keagamaan seperti istighotsah, mujahadah, dan pengajian rutin terus dipertahankan sebagai bagian dari proses pembinaan santri.


"Kami berharap seluruh santri yang menimba ilmu di Assirojiyyah nantinya menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, akhlak yang baik, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di mana pun mereka berada," ucapnya. 




Kiai Atho' mengajak para santri untuk menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai kesempatan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia. Karena, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan kemampuan, tetapi juga oleh keberkahan hidup yang diperoleh melalui ketaatan dan keikhlasan.


"Di malam pergantian tahun ini kami bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia diberikan kedamaian, para ulama dan guru diberikan kesehatan, serta seluruh santri diberikan kemudahan dalam belajar dan mengamalkan ilmu yang diperoleh. Semoga tahun 1448 Hijriah menjadi tahun yang penuh keberkahan bagi umat Islam," pungkasnya. (Mukrim)