Senin, 15 Juni 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Bupati Sampang Lepas 1.058 Petugas SE 2026, Dorong Data Berkualitas untuk Pembangunan Daerah

Ach. Mukrim - Monday, 15 June 2026 | 07:04 AM

Background
Bupati Sampang Lepas 1.058 Petugas SE 2026, Dorong Data Berkualitas untuk Pembangunan Daerah
Bupati Sampang, Slamet Junaidi, secara resmi melepas 1.058 petugas (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Bupati Sampang, Slamet Junaidi, secara resmi melepas 1.058 petugas lapangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dalam Apel Siaga dan Pelepasan Petugas Sensus Ekonomi Kabupaten Sampang yang digelar pada Senin (15/6/2026). 


Para petugas akan melaksanakan pendataan lapangan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Sampang.


Dalam sambutannya, Bupati Slamet Junaidi menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sampang yang konsisten menyediakan data statistik berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.




"Data BPS Sampang sangat membantu kami dalam memformulasikan perencanaan pembangunan dan kebijakan daerah yang tepat. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran BPS Kabupaten Sampang," ujarnya.


Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional yang bertujuan memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi dan struktur perekonomian Indonesia. Data yang dihimpun mencakup berbagai aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan, industri, hingga sektor jasa.




Dia menegaskan, data hasil sensus akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan untuk mendorong investasi, memperkuat daya saing usaha, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Bupati juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan Kabupaten Sampang yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 mencapai 3,45 persen, tingkat pengangguran terbuka berada pada angka 2,44 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 67,23.


Meski demikian, dia mengakui angka kemiskinan yang masih berada di kisaran 20,61 persen menjadi tantangan yang harus terus diatasi melalui kebijakan yang tepat sasaran.




"Data yang baik akan melahirkan kebijakan yang baik. Kebijakan yang baik akan menghasilkan pembangunan yang tepat sasaran, dan pembangunan yang tepat sasaran akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat," tegasnya.


Untuk mendukung suksesnya pelaksanaan sensus, Bupati menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga desa agar memberikan dukungan dan fasilitasi kepada petugas lapangan. Dia juga mengajak perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, asosiasi pengusaha, serta insan pers untuk turut membangun kesadaran publik mengenai pentingnya sensus ekonomi.




Kepada para petugas sensus, Bupati berpesan agar menjalankan tugas dengan integritas, profesionalisme, ketelitian, dan tanggung jawab, serta mengedepankan pendekatan yang humanis dan komunikatif saat berinteraksi dengan masyarakat.


Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Sampang, Boby Eko Heru Mulyadi, mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi "paket lengkap" yang mencakup seluruh wilayah Indonesia, yakni 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.


Menurutnya, cakupan sensus kali ini tidak hanya menyasar usaha mikro, kecil, menengah, dan besar, tetapi juga usaha keluarga serta sektor pertanian yang sebelumnya tidak tercakup secara menyeluruh dalam sensus ekonomi.




"Hasil sensus nantinya akan memberikan peta distribusi usaha, profil komprehensif UMKM, struktur ekonomi yang lebih detail, identifikasi potensi investasi, hingga penyerapan tenaga kerja. Data ini juga akan menjadi basis penting dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Sampang dan program pembangunan daerah ke depan," jelasnya.


Boby menambahkan, pendataan lapangan di Kabupaten Sampang melibatkan 1.058 petugas yang akan menjangkau seluruh 186 desa dan kelurahan. Para petugas dibekali atribut resmi dan aplikasi digital untuk mendukung proses pengumpulan data.




Penggunaan aplikasi tersebut memungkinkan BPS melakukan pemantauan lokasi dan aktivitas petugas secara langsung sehingga kualitas data yang dikumpulkan lebih terjamin.


"Dengan aplikasi ini, kami dapat memastikan bahwa data benar-benar dikumpulkan di lapangan, bukan berdasarkan asumsi atau pendataan dari atas meja. Ini merupakan langkah strategis untuk menjawab berbagai tantangan dan meningkatkan kualitas data yang dihasilkan," katanya.


Dia juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sampang untuk menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan informasi yang benar, lengkap, serta jujur. "BPS menjamin kerahasiaan seluruh data responden sesuai ketentuan perundang-undangan karena data yang dipublikasikan hanya dalam bentuk agregat, bukan data individu," pungkas dia. (Mukrim)