DBHCHT Menyusut, Program Pendukung Budidaya Tembakau di Sampang Tetap Jalan
Ach. Mukrim - Monday, 15 June 2026 | 07:10 AM


salsabilafm. com - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP) Kabupaten Sampang memastikan berbagai program pendukung budidaya tembakau tetap berjalan pada tahun 2026 meskipun alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) mengalami penurunan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang, Suyono, mengatakan, alokasi DBHCHT untuk sektor pertanian tahun ini mencapai sekitar Rp4 miliar. Anggaran itu menyusut dibanding pada tahun 2025 yang mencapai Rp6,8 miliar.
Suyono menyebut anggaran Rp4 miliar tersebut akan digunakan untuk mendukung pembibitan tembakau, penyediaan sarana produksi pertanian, hingga pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan).
"Yang tetap kami dorong adalah pembibitan tembakau dan penguatan petani melalui berbagai bantuan yang memang diperbolehkan dalam pemanfaatan DBHCHT," katanya, Senin (15/6/2026)
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang, Nurdin, menjelaskan, berkurangnya alokasi DBHCHT di tingkat kabupaten merupakan dampak dari menurunnya pembagian anggaran dari pemerintah provinsi.
"Karena alokasi dari provinsi turun, otomatis jatah yang diterima kabupaten juga ikut berkurang," katanya.
Meski demikian, program pembibitan tembakau tetap menjadi prioritas. Pada tahun ini, sebanyak 17 kelompok tani mendapatkan program pembibitan tembakau. Bibit yang dihasilkan nantinya akan didistribusikan kepada petani di wilayah sekitar guna mendukung kebutuhan musim tanam.
"Selain program pembibitan, dana DBHCHT juga dialokasikan untuk berbagai bantuan sarana pertanian. Meliputi 30 unit hand traktor, 15 unit kultivator, 30 unit mesin perajang tembakau, serta 50 ton pupuk non-subsidi," lanjutnya.
Nurdin menegaskan, pupuk bersubsidi tidak diperuntukkan bagi tanaman tembakau. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan kepada petani tembakau berupa pupuk non-subsidi.
Dia mengaku juga tengah menyiapkan dukungan dalam pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Pihaknya mengimbau para petani untuk segera berkoordinasi dengan petugas lapangan apabila terjadi serangan hama atau penyakit tanaman.
"Kalau ada serangan, laporkan. Petugas akan turun mengecek dan memberikan obat sesuai kebutuhan. Itu gratis," tegasnya.
"Kami berharap produktivitas tembakau di Kabupaten Sampang tetap terjaga sekaligus meningkatkan kapasitas petani dalam menghadapi musim tanam tahun ini," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
10 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
10 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
11 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
11 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
11 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
11 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
11 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
11 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
11 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
a day ago





