185 Warga Pamekasan Terjangkit DBD, Ini Sebarannya
Redaksi - Friday, 01 May 2026 | 07:44 AM


salsabilafm.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menemukan sebanyak 185 warga di wilayah itu positif terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
"Data warga yang positif DBD ini merupakan data laporan dari masing-masing puskesmas yang tersebar di 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan mulai Januari hingga 28 April 2026 kemarin," kata Kepada Dinkes Pamekasan Saifudin, Kamis (30/4/2026).
Dia menjelaskan, penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti ini kebanyakan menyerang anak berusia antara 5 hingga 14 tahun.
Rincian kasus DBD yang menyerang anak pada usia di bawah 1 tahun sebanyak 6 orang, usia 2-4 tahun sebanyak 28 orang, usia 5-14 tahun sebanyak 83 orang, usia 15-44 tahun sebanyak 49 orang, dan usia di atas 45 tahun sebanyak 18 orang.
Para orang tua juga diimbau untuk lebih waspada terhadap gejala DBD pada anak.
Menurut dia, beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain demam tinggi yang tidak kunjung turun, sakit kepala, ruam kulit, mual, muntah, nyeri sendi, hingga mimisan.
"Karena itu, tolong ini benar-benar diperhatikan, sehingga jika ada anak mengalami gejala seperti ini, hendaknya segera dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat," katanya.
Berdasarkan sebaran wilayah, kata dia, kasus DBD tertinggi di Pamekasan tercatat di wilayah Kecamatan Pademawu yakni di Puskesmas Sopaah dengan jumlah penderita sebanyak 28 kasus, disusul Puskesmas Kadur sebanyak 24 kasus, dan Puskesmas Teja sebanyak 17 kasus.
Saifudin menjelaskan, langkah utama yang dilakukan Dinkes Pamekasan adalah pengendalian melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas.
"Jenis penyakit ini bisa dikendalikan jika vektornya, yaitu nyamuk Aedes aegypti, kita kendalikan bersama. Kami sangat mengharapkan keterlibatan aktif semua pihak," pungkasnya.
Pemkab Pamekasan juga telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), antara lain melalui penanganan cepat di fasilitas kesehatan, pelaporan berjenjang melalui aplikasi, hingga penyelidikan epidemiologi oleh tim Dinkes Pamekasan dan puskesmas yang tersebar di 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan. (*)
Next News

Persiapan Pengamanan Pilkades Sampang 2027, Polisi Petakan Wilayah Rawan
15 hours ago

Pilkades Sampang 2026 Dipastikan Tak Bisa Digelar, Ini Sebabnya
15 hours ago

508 Kendaraan Dinas di Bangkalan Tunggak Pajak, Nilai Total Rp113 Juta
17 hours ago

Pembangunan Kawasan Industri di Bangkalan Akan Dimulai Awal 2027
17 hours ago

Polresta Sumenep Siagakan 3 Posko Terpadu Bantu Pencarian Korban KM Virgo 8
17 hours ago

Disperta KP Sampang Mulai Data Petani untuk Alokasi Pupuk Bersubsidi 2027
17 hours ago

Sumur Bor 40 Meter di Sumenep Diduga Mengandung Gas
18 hours ago

KPK Sita Uang Ratusan Miliar dalam 20 Koper dari OTT ATR/BPN
18 hours ago

Musik Daul Pamekasan Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia
18 hours ago

Kemenhaj Akan Verifikasi Ulang 3.000 Travel Umrah
18 hours ago




