AJI Indonesia Perkuat Kapasitas Jurnalis di Jawa Timur Hadapi Manipulasi Informasi Digital
Redaksi - Wednesday, 04 March 2026 | 03:58 AM


salsabilafm.com – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia melalui program Indo-Pacific Media Resilience (IPMR) menyelenggarakan Workshop Penelusuran Sumber Terbuka dan Disinformasi.
Kegiatan yang diikuti 25 jurnalis dari berbagai kota di Jawa Timur ini berlangsung di Hotel Santika Pandegiling, Surabaya selama dua hari, mulai Sabtu (28/2/2026) hingga Minggu (1/3/2026).
Workshop ini difokuskan untuk memperkuat ketahanan jurnalis menghadapi praktik manipulasi informasi. Khususnya, dalam memahami metode penelusuran sumber terbuka menggunakan teknik Open Source Intelligence (OSINT).
Materi pelatihan diawali dengan pemaparan tentang Foreign Information Manipulation and Interference (FIMI) atau perilaku terkoordinasi, disengaja, dan manipulatif oleh aktor asing untuk mendistorsi informasi.
Trainer sekaligus Ketua Bidang Internet AJI Indonesia, Adi Marsiela menjelaskan, pada dasarnya FIMI merupakan perilaku yang dapat mengancam nilai-nilai demokrasi dan proses politik, meskipun sebagian besar tindakannya tidak melanggar hukum.
"Belum ada regulasi spesifik yang melarang FIMI, masih berada di wilayah hukum yang abu-abu. Namun, aktivitas manipulatif, disengaja, dan terkoordinasi ini bersifat tidak sah karena melanggar kebijakan platform digital," kata Adi.
Selain FIMI, ada juga Domestic Information Manipulation and Interference (DIMI). Co-trainer pelatihan ini, Artika Rachmi Farmita mengatakan, peran FIMI dan DIMI tidak jauh berbeda. Secara spesifik, DIMI mengarah pada manipulasi informasi di dalam negeri.
Secara garis besar, dapat diartikan sebagai kampanye terkoordinasi yang dilakukan untuk menciptakan pengaruh politik domestik.
"Operasi DIMI biasanya memanfaatkan media sosial dengan memproduksi konten yang seolah-olah dibuat oleh pengguna biasa," jelas Anggota Bidang Kampanye AJI Indonesia ini.
Pelatihan pada hari pertama juga dilengkapi praktik Open Source Intelligence (OSINT) untuk menelusuri dan memverifikasi informasi digital yang berpotensi manipulatif.
Dalam pemaparan bersama di hari kedua, akademisi hubungan internasional dari Universitas Airlangga, Radityo Dharmaputra dan peneliti CELIOS, Yeta Purnama menyebut arus informasi global tidak selalu netral. Sebab, sarat kepentingan politik dan dapat memengaruhi persepsi publik internasional.
Bahkan, sejumlah negara diduga memanfaatkan informasi sebagai instrumen politik untuk memperkuat kepentingan domestik maupun posisi geopolitiknya.
Menurut keduanya, pemahaman FIMI penting bagi jurnalis agar mampu memilah informasi secara kritis serta tidak terjebak pada narasi manipulatif dalam isu global yang berkembang.
Peserta asal Sumenep, Iqbal Fuadi Hasbuna, menilai disinformasi berdampak besar bagi masyarakat.
"Melalui pelatihan ini, saya jadi lebih memahami bagaimana informasi sengaja dipelintir untuk kepentingan politik tertentu," ujar Iqbal.
Dia menegaskan, jurnalis harus berperan sebagai penerang di tengah informasi yang menyesatkan.
Pandangan serupa disampaikan anggota AJI Jember, Yuni. Menurut dia, banjir informasi manipulatif menuntut jurnalis memiliki pisau analisis yang kuat.
"Materi ini sangat relevan, bukan hanya untuk reporter, tapi juga pemimpin redaksi. Bahkan idealnya bisa menjangkau masyarakat umum yang lebih rentan terpapar disinformasi," ujar Yuni. (*)
Next News

26 Dapur MBG di Sampang Disetop Sementara, BGN Temukan Ketidakberesan Laporan Dana
8 hours ago

Gerebek Pulau Mandangin, Polisi Amankan 3 Terduga Pengedar Narkoba
8 hours ago

Pohon Tumbang Timpa Sepeda Motor dan Tutup Akses Jalan di Robatal Sampang
8 hours ago

Perkuat Ekonomi Lokal, Pemkab Sampang Gandeng Indomaret Pasarkan Produk UMKM
8 hours ago

Lepas Sambut, Letkol Herru: Saya Merasa Terhormat Jadi Bagian dari Kodim 0828/Sampang
8 hours ago

Pembalut Masih Dikenai PPN, DJP: Beban Pajak Efektif Setara 11 Persen
11 hours ago

Luar Biasa! Gita Nada Idaman AL-Munawarah Borong 6 Piala di WMC Season 5 Se-Jawa Timur
a day ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
a day ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
a day ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
a day ago





