Viral di Medsos Warga Sampang Swadaya Perbaiki Jalan, Sekda: Kami Tak Boleh Baper
Ach. Mukrim - Wednesday, 11 February 2026 | 01:45 AM


salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menyambut positif inisiatif masyarakat yang membangun infrastruktur secara swadaya di berbagai pelosok daerah. Langkah mandiri warga ini dinilai sebagai bentuk kepedulian di tengah tantangan efisiensi anggaran yang sedang dihadapi pemerintah daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan, mengaku memantau langsung dinamika di media sosial yang menunjukkan warga bahu-membahu membangun jalan, lorong, hingga selokan tanpa menunggu bantuan pemerintah. Fenomena itu viral di media sosial seperti TikTok dan Facebook.
"Saya bangga dengan masyarakat yang melakukan itu. Di satu sisi saya bangga, tapi terkadang ada yang kurang bagus juga karena pemerintahnya dibilang tidur atau tidak peduli. Tapi itu tidak apa-apa, sudah menjadi risiko pemerintah dan tidak boleh baper karena itu sebuah fakta," katanya, Rabu (11/2/2026).
Yuliadi mengaku swadaya masyarakat tak lepas dari penurunan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah. Berdasarkan data pemkab, Kabupaten Sampang mengalami penurunan anggaran sekitar 15 persen.
"Tahun lalu Sampang menerima sekitar Rp1,5 triliun, sedangkan tahun 2026 turun menjadi Rp1,2 triliun," jelasnya.
Menurutnya, penurunan ini merupakan dampak dari penyesuaian anggaran nasional untuk mendukung program strategis Presiden, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia.
Imbasnya, porsi belanja infrastruktur pelayanan publik yang seharusnya dialokasikan minimal 40 persen dari APBD (mandatory spending), kini hanya mampu menyentuh angka 30,6 persen.
"Akhirnya kegiatan untuk mendukung program infrastruktur pelayanan publik belum optimal," imbuhnya.
Dia mengungkapkan, menghadapi anggaran yang dinilai belum sehat ini, Pemerintah Kabupaten Sampang kini memberlakukan kebijakan efisiensi ketat di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini mencakup pemangkasan biaya perjalanan dinas, rapat, hingga anggaran Makan-Minum (Mamin).
Di tengah keterbatasan tersebut, menurut Yuliadi, kunci utama kebangkitan ekonomi daerah terletak pada sektor pertanian. Karena itu, dia mengajak seluruh stakeholder untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong. Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan pemerintah menjadi satu-satunya jalan keluar agar pembangunan daerah tetap berjalan di tengah defisit anggaran.
"Sebenarnya untuk memajukan masyarakat Sampang sangat gampang. Kuncinya yakni memajukan petani kita, sebab 60 persen lebih masyarakat Sampang aktif di sektor pertanian," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Air PDAM Sampang Asin dan Berbau Sejak 2023, Hampir 1.000 Pelanggan Terdampak
17 hours ago

Komisi III DPRD Sampang Minta Pokir PJU Rp15 Miliar Dikaji Ulang, Ini Alasannya
17 hours ago

Antisipasi Pungli, Dispendukcapil Sampang Imbau Warga Urus KTP Hilang Tanpa Calo
17 hours ago

Sanggar Tari di Sampang Belum Dapat Dana Hibah, Pemkab: Terkendala Fiskal
17 hours ago

Berawal dari Kreativitas Pemuda, TFC Siap Gelar Pagelaran ke-6 untuk Lestarikan Budaya Nusantara
17 hours ago

Maulid Nabi 2026 Ditetapkan Sebagai Libur Nasional, Cek Jadwal Lengkapnya
16 hours ago

82 Desa di Pamekasan Terdampak Kekeringan, Pemkab Dropping Air Bersih
16 hours ago

Ratusan Relawan Madura Akan Berangkat ke Jakarta Bela Program Prabowo
2 days ago

Lapak Mewarnai di Alun-Alun Trunojoyo Sampang Jadi Ruang Kreativitas Anak
2 days ago

Kemarau Ekstrem Jadi Berkah, Harga Tembakau Sampang Tembus Rp70 Ribu per Kilogram
2 days ago



