Buruh Rokok di Pamekasan Gelar Aksi Demo, Soroti Arogansi APH
Redaksi - Tuesday, 10 February 2026 | 11:01 AM


salsabilafm.com – Ribuan buruh rokok dan pengusaha tembakau yang mengatasnamakan Forum Petani Tembakau dan Buruh Pabrik Lokal Madura (FPBM), berunjukrasa di Kantor Pemkab Pamekasan, Jl Kabupaten 107 Pamekasan, Selasa (10/2/2026). Mereka menyampaikan keresahan atas sikap arogansi aparat penegak hukum (APH) yang dinilai kerap melakukan razia terhadap industri rokok lokal tanpa prosedur konkrit.
Beragam poster dan spanduk berisi kecaman dan tuntutan dibawa massa aksi. Massa menuntut pemerintah lebih proaktif dan peduli terhadap nasib industri hasil tembakau (IHT).
"Maraknya razia dengan pendekatan represif dan membuat sejumlah IHT terancam produksi," kata salah satu orator aksi, Kholil.
"Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan karena justru berpotensi memicu gelombang pengangguran dan kemiskinan baru di Madura, khususnya di Pamekasan. Terlebih banyak keluarga yang justru menggantungkan hidup mereka pada sektor tembakau, sehingga jangan sampai tragedi di NTT terulang gara-gara orang tua tidak mampu membiayai sekolah anak-anak mereka," ungkapnya.
Massa juga meminta pemerintah agar industri rokok lokal dibina, bukan justru sebaliknya ditekan dan dihabisi.
"Kami meminta pemerintah daerah maupun aparat terkait mengedepankan dialog dan pembinaan manusiawi, sehingga IHT tetap bertahan dan petani tembakau tidak semakin tertekan," pintanya.
"Sebab jika hal (ditekan) ini terus terjadi, kami khawatir Madura akan kehilangan salah satu penopang utama sektor ekonomi rakyat. Oleh karena itu, aksi damai ini dalam rangka menyuarakan suara rakyat kecil yang kecewa," tegasnya. (*)
Next News

7 WNA Bangladesh Tinggal di Pamekasan, Warga: Mereka Sering Bergerombol di Perkampungan
7 hours ago

Warga Sumenep Lompat dari Jembatan Pelabuhan, Polisi: Sampai Sekarang Belum Ditemukan
9 hours ago

Kecelakaan Maut di Sumenep, Pemotor Meninggal Dunia
9 hours ago

Distribusi MBG di Sampang Tetap Jalan Selama Ramadan, Satgas: Menu Dirancang Tahan 24 Jam
11 hours ago

Terima Instruksi Presiden, Pemkab Sampang Akan Tambah Titik Sampah dan Optimalkan Potensi Genteng
11 hours ago

Tangis Guru PPPK Paruh Waktu Pecah di Gedung DPRD Sampang: Gaji Kami Rp265 Ribu Per Bulan
11 hours ago

Targetkan 54 Ribu Hektare, Sampang Sulap Lahan Tegal Jadi Sawah Produktif
11 hours ago

Kecam Mutilasi Gajah di Riau, Raja Juli: Tak Ada Ampun Bagi Pemburu Liar
14 hours ago

Terkait Polemik Penonaktifan PBI JKN, DPR dan Pemerintah Sepakati 5 Poin
14 hours ago

Kasus Penganiayaan Guru Madrasah di Sampang, Kuasa Hukum: Korban Sempat Diancam Dibunuh
a day ago





