Selasa, 10 Februari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Targetkan 54 Ribu Hektare, Sampang Sulap Lahan Tegal Jadi Sawah Produktif

Ach. Mukrim - Tuesday, 10 February 2026 | 07:04 AM

Background
Targetkan 54 Ribu Hektare, Sampang Sulap Lahan Tegal Jadi Sawah Produktif
Petani Sampang sedang membajak sawah. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menetapkan target ambisius dalam perluasan area pertanian guna menyokong program swasembada pangan nasional 2026. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) setempat menargetkan luas tanam padi mencapai 54 ribu hektare sepanjang tahun ini.


Kepala Disperta KP Sampang, Suyono mengatakan, target tersebut tercatat melampaui ketersediaan lahan sawah baku di wilayah tersebut yang hanya sebesar 31 ribu hektare. Guna menambal selisih luas lahan, pihaknya mengerahkan strategi pemanfaatan lahan tegalan atau lahan kering milik petani untuk dikonversi menjadi area produktif penanaman padi.


"Kami menargetkan perluasan yang signifikan. Strateginya adalah mengoptimalkan lahan tegal untuk ditanami padi agar produktivitas tetap terjaga," katanya, Selasa (10/2/2026).


Selain ekspansi area, pihaknya menginstruksikan percepatan indeks pertanaman dengan pola dua kali tanam dalam setahun. Musim tanam pertama menjadi tumpuan utama, mengingat ketersediaan pasokan air yang dinilai masih sangat ideal untuk mendukung pertumbuhan komoditas.


"Pengembangan padi tidak hanya di sawah, tetapi juga di lahan tegal. Ini menjadi salah satu strategi untuk menjaga produktivitas," tegasnya.


Menurutnya, upaya ini dilakukan di tengah tantangan iklim yang cukup dinamis di Pulau Madura. Sebelumnya, sejumlah petani sempat melaporkan kekhawatiran terkait fenomena padi menguning sebelum masa panen yang dipicu oleh cuaca ekstrem di beberapa titik.


Untuk memastikan realisasi target tersebut, pihaknya memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan pendampingan dari personel TNI serta dukungan program dari kementerian terkait. 


"Langkah ini kami proyeksikan dapat menjaga stabilitas stok pangan daerah sekaligus memperkuat kedaulatan pangan nasional," pungkas Suyono. (Mukrim)