Tangis Guru PPPK Paruh Waktu Pecah di Gedung DPRD Sampang: Gaji Kami Rp265 Ribu Per Bulan
Ach. Mukrim - Tuesday, 10 February 2026 | 07:08 AM


salsabilafm.com - Suasana haru menyelimuti ruang audiensi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Senin (9/2/2026) kemarin. Isak tangis pecah ketika perwakilan guru dan tenaga kependidikan yang tergabung dalam Forum Guru Tenaga Kependidikan Non-ASN (FGTKN) membeberkan kondisi kesejahteraan mereka yang kian memprihatinkan.
Koordinator audiensi sekaligus Ketua Umum FGTKN Kabupaten Sampang, Syaifur Rahman, menyampaikan, kesejahteraan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu justru mengalami penurunan sejak beralih status menjadi aparatur sipil negara (ASN).
Menurutnya, sebelum menjadi PPPK paruh waktu, penghasilan guru non-ASN bervariasi sesuai kemampuan sekolah masing-masing, mulai dari Rp200.000 hingga Rp1.000.000 per bulan.
"Namun setelah menjadi PPPK paruh waktu, gaji kami hanya Rp265.000 per bulan. Itu pun bersumber dari APBD melalui Dinas Pendidikan," katanya.
Dia mengungkapkan fakta memilukan yang terjadi di lapangan. Menurut dia, banyak guru kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
"Kami sempat menangis melihat kondisi teman-teman. Untuk makan saja susah, beli beras sulit. Bahkan ada guru yang mengajar memakai baju robek karena tidak mampu membeli yang baru," ungkapnya dengan suara bergetar.
Dalam audiensi tersebut, FGTKN menyampaikan dua tuntutan utama kepada DPRD dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang.
Pertama, peningkatan kesejahteraan guru PPPK paruh waktu.
FGTKN meminta Pemda melalui Dinas Pendidikan dan Komisi IV DPRD mengupayakan alokasi dana pendidikan khusus untuk menopang penghasilan guru.
Salah satu solusi yang diusulkan adalah pemanfaatan kebijakan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2025 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, agar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat digunakan untuk menambah penghasilan guru PPPK paruh waktu.
"Kami berharap penghasilan guru setidaknya setara dengan saat masih non-ASN atau mendekati UMR. Jangan sampai status ASN justru membuat hidup kami semakin terpuruk," tegasnya.
Kedua, desakan peralihan status PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu. Syaifur meminta agar Pemerintah Daerah segera bersurat kepada Kementerian PAN-RB untuk merevisi atau menambahkan klausul dalam Keputusan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2025, khususnya Diktum ke-28.
Dia menekankan agar proses peralihan status PPPK paruh waktu ke PPPK penuh waktu diambil alih sepenuhnya oleh pemerintah pusat dengan pembiayaan dari dana pendidikan nasional.
"Kami memohon agar manajemen peralihan status ini dikembalikan ke pusat. Jika dibebankan ke daerah, kami khawatir anggaran daerah tidak sanggup dan nasib kami akan terus terombang-ambing," ujarnya.
FGTKN juga mendorong agar peralihan status tersebut dilakukan secara otomatis setelah masa kontrak PPPK paruh waktu berakhir, tanpa harus menunggu ketersediaan anggaran daerah. Melalui audiensi ini, pihaknya berharap pemerintah benar-benar hadir memberikan solusi nyata, bukan sekadar janji.
"Harapan kami sederhana. Kami ingin diangkat menjadi ASN penuh waktu agar martabat dan kesejahteraan guru di Sampang lebih terjaga, serta masa depan kami lebih pasti," pungkas Syaifur. (Mukrim)
Next News

KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, Penumpang Mulai Dievakuasi
18 hours ago

APTI Sampang Tolak Aturan Pembatasan Tar-Nikotin dan Kemasan Polos
19 hours ago

Defisit APBD Sampang 2027 Diproyeksi Tembus Rp130,2 Miliar
19 hours ago

Aston Villa Kalahkan Indonesia All Stars 3-1 pada Laga Pra Musim di Jakarta
19 hours ago

Kapal Rute Surabaya-Makassar Terbakar di Perairan Sumenep, Angkut 250 Penumpang
19 hours ago

HCML Dukung Penguatan Kemitraan Strategis Industri Migas dengan Insan Pers
13 hours ago

ASN Sumenep Dilarang Live di Medsos saat Jam Kerja
2 days ago

Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Turunkan Harga BBM Non-Subsidi, Ini Daftar Terbarunya
2 days ago

Melonjak, Luas Lahan Tembakau di Sampang Tembus 90 Ribu Hektare
2 days ago

Bupati Lantik Faisol Ansori sebagai Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang
2 days ago




