Kemlu: Pengiriman Pasukan RI ke Gaza Masih Tahap Persiapan, Belum Ada Jumlah Final
Redaksi - Wednesday, 11 February 2026 | 02:45 AM


salsabilafm.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa rencana pengiriman pasukan Indonesia ke Jalur Gaza, Palestina, hingga kini masih tahap pembahasan dan persiapan awal. Pemerintah memastikan belum ada keputusan final terkait jumlah personel maupun jadwal keberangkatan.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, mengatakan, pihaknya belum menerima informasi resmi mengenai laporan media Israel yang menyebut ribuan prajurit Indonesia akan menjadi rombongan pertama yang dikirim ke Gaza.
"Kami belum menerima informasi resmi mengenai hal tersebut. Jadi sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah terkait angka itu," kata Nabyl di Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Meski demikian, Nabyl mengakui bahwa pemerintah memang tengah menyiapkan berbagai skenario terkait kemungkinan pengiriman pasukan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Untuk proses persiapan memang sedang berjalan. Namun terkait timeline dan jumlah personel, semuanya belum definitif," jelasnya.
Menurut Nabyl, proses tersebut melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta komunikasi intensif dengan mitra internasional dan organisasi global.
Terkait mandat, Kemlu menegaskan, keterlibatan Indonesia nantinya bersifat murni kemanusiaan, bukan untuk terlibat dalam konflik bersenjata.
"Fokus utama Indonesia adalah pada aspek humanitarian. Tidak ada mandat untuk pelucutan senjata atau keterlibatan tempur," tegas Nabyl.
Sebelumnya, sejumlah media internasional melaporkan Indonesia berpotensi mengirim 5.000 hingga 8.000 prajurit sebagai bagian dari International Stabilization Force (ISF) di Gaza. Namun pemerintah menegaskan angka tersebut masih sebatas wacana dan belum menjadi keputusan resmi.
ISF sendiri dibentuk berdasarkan Resolusi 2803 Dewan Keamanan PBB yang disahkan pada 17 November 2025. Resolusi tersebut mengamanatkan pembentukan pasukan multinasional sementara untuk mengamankan Gaza, melindungi warga sipil, serta mendukung distribusi bantuan kemanusiaan.
Pemerintah Indonesia menegaskan seluruh keputusan akan tetap berlandaskan prinsip politik luar negeri bebas aktif, serta komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia dan perlindungan kemanusiaan. (*)
Next News

Bupati Sampang Kawal Usulan Strategis di Musrenbang Jatim 2027
14 hours ago

Gelar Pasar Murah, Pertamina Patra Niaga Bantu Kebutuhan Pangan Warga Bojonegoro
14 hours ago

Kemenhaj Bangkalan Pastikan Jamaah Calon Haji Aman Selama Ibadah
14 hours ago

Warga Pulau Mandangin Keluhkan Harga LPG 3 Kg Tembus Rp30 Ribu, Pemerintah Lakukan Investigasi
19 hours ago

Pelajar SMK Tersengat Listrik di Depan Sekolah, PLN Sebut Sumber dari PJU Ilegal
19 hours ago

Prabowo Bertemu Putin di Kremlin, Sepakati Kerja Sama Energi hingga Investasi
19 hours ago

Ketegangan di Timur Tengah Kembali Meningkat, Harga Minyak Tembus US$100 per Barel
19 hours ago

Warga di Sampang Keluhkan Jalan Poros Desa Rusak Parah, Kades: DD Alami Pemangkasan
2 days ago

Pasca Ambruk, SDN Pangilen Terpaksa Lakukan KBM di Luar Kelas
2 days ago

Belasan CJH Sumenep Batal Berangkat Haji, Kondisi Kesehatan Jadi Faktor Utama
2 days ago




