Viral Bentrok Pemain hingga Suporter Bola di Sumenep, Diduga Dipicu Keputusan Wasit
Redaksi - Wednesday, 22 April 2026 | 08:50 AM


salsabilafm.com - Video bentrokan antara pemain, official, dan suporter dalam turnamen resmi sepak bola di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, viral di media sosial pada Senin (20/4/2026). Kericuhan tersebut diduga dipicu ketidakpuasan terhadap keputusan wasit saat pertandingan berlangsung.
Dilansir dari kompas, peristiwa itu terjadi dalam turnamen resmi Sapudi Cup di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep pada Selasa (14/4/2026).
Dalam rekaman video amatir yang beredar, para pemain, offisial, dan suporter dari dua tim, Assabab dan Bansanik, terlibat keributan di dalam lapangan. Aksi saling dorong tidak terelakkan, yang kemudian berujung pada aksi saling pukul.
Petugas dari Kepolisian dan TNI yang berada di lokasi, berusaha langsung turun tangan untuk melerai. Aparat berupaya mengendalikan situasi agar kericuhan tidak meluas, namun tidak segera berhasil.
Dugaan sementara, insiden ini dipicu oleh ketidakpuasan sejumlah pihak terhadap keputusan wasit. Ketegangan yang terjadi di lapangan, memicu emosi pemain dan suporter hingga berujung bentrokan.
Sekretaris Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sumenep, Eko Sulistyo, membenarkan adanya insiden tersebut. Pihaknya telah menindaklanjuti kejadian itu melalui komisi disiplin berdasarkan laporan resmi dan bukti yang beredar.
"Memang pada tanggal 14 (April), pada turnamen Sepudi Cup, terjadi kericuhan ya. Maka kami Askab PSSI Kabupaten Sumenep, langsung menindak lanjuti melalui komisi disiplin melalui laporan yang kami terima dari pengawas pertandingan dan catatan dari wasit dan video yang beredar," kata Eko.
PSSI Sumenep, menurut Eko, juga memastikan telah menjatuhkan sanksi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam kericuhan tersebut, baik pemain, klub, maupun panitia pelaksana.
"Akhirnya Askab PSSI Kabupaten Sumenep, melalui komisi disiplin, sudah mengeluarkan surat sanksi, surat keoutusan dari komdis, berupa sanski terhadap pemain yang melakukan pemukulan kami pastikan itu masing-masing klub ada pemain yang terlibat," ujarnya.
Selain pemain, panitia pelaksana juga tidak luput dari sanksi. Penyelenggara turnamen dinilai turut bertanggung jawab atas terjadinya insiden tersebut.
"Serta kami melakukan sanksi terhadap panpelnya, panpel sepudi united," katanya.
Untuk memberikan efek jera, PSSI Sumenep tidak hanya memberikan sanksi larangan bermain, tetapi juga denda dalam bentuk uang, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Secara khusus, dua klub yang terlibat juga menerima hukuman berbeda. Klub Assabab dijatuhi sanksi larangan mengikuti pertandingan dalam jangka waktu tertentu, dan sanksi pertandingan tanpa penonton selama turnamen berlangsung.
"Klub berupa hukuman, Assabab larangan ikut serta pertandingan selama 12 bulan. Untuk Bansanik larangan berupa bermain tanpa penonton selama turnamen Sepudi cup," pungkasnya. (*)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
9 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
9 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
9 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
9 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
9 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
9 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
9 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
9 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
9 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
a day ago





