IAEA Pastikan Fasilitas Nuklir Jepang Aman Usai Gempa
Redaksi - Tuesday, 21 April 2026 | 08:14 AM


salsabilafm.com - Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyatakan tidak ada gangguan pada fasilitas nuklir Jepang setelah gempa kuat dan peringatan tsunami terjadi pada Senin (20/4/2026).
Dilansir dari Antara, dalam unggahan di platform X, IAEA menyatakan, pihaknya menerima informasi dari otoritas Jepang bahwa hingga pukul 08.16 UTC (15.00 WIB) tidak ditemukan kelainan di fasilitas nuklir di wilayah terdampak.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara juga memastikan tidak ada situasi darurat di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) maupun fasilitas nuklir lainnya akibat gempa dan potensi tsunami.
"Kami tidak menerima laporan adanya kondisi darurat di fasilitas nuklir di dekat pusat gempa," kata Kihara kepada wartawan.
Badan Meteorologi Jepang melaporkan, gempa terjadi di wilayah timur laut Pulau Honshu, tepatnya di sekitar Prefektur Aomori dan Iwate.
Magnitudo gempa kemudian diperbarui dari 7,5 menjadi 7,7, dan kedalamannya direvisi dari 10 kilometer menjadi 18 kilometer.
Media NHK melaporkan tsunami terdeteksi di laut dan bergerak menuju wilayah pesisir Aomori dan Iwate. (*)
Next News

Polisi Ungkap Kasus Curanmor di Robatal Sampang, 2 Pelaku Ditangkap
15 hours ago

Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN, Dalami Kasus Korupsi Program MBG
17 hours ago

Pertalite Dipangkas, Warga Sumenep Antre BBM hingga 5 Jam
17 hours ago

Lapas dan Rutan di Madura Bedah Rumah Warga Miskin
17 hours ago

Polisi Bongkar Jaringan Sabu Bangkalan-Surabaya, 4 Orang Ditangkap
18 hours ago

AS dan Iran Teken Kesepakatan Damai, Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali
18 hours ago

Pemancing Asal Raas Sumenep Ditemukan Meninggal Tersangkut Karang
a day ago

Payung Alun-Alun Trunojoyo Sampang Sering Rusak, Anggaran Perawatan Rp61 Juta
a day ago

Penjaringan Siswa SR di Sampang: SD Belum Terpenuhi, SMP dan SMA Kelebihan Pendaftar
a day ago

Proyek Pengembangan Lapangan Bukit Panjang Dimulai, PC Ketapang II Ltd Siap Tambah Pasokan Energi Nasional
16 hours ago





