Ditemukan Meninggal di Taiwan, Jenazah PMI Asal Bangkalan Dipulangkan
Redaksi - Monday, 20 April 2026 | 08:47 AM


salsabilafm.com - Muhammad Umron Fadhil (23), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur ditemukan meninggal dunia di mes pekerja pabrik di Taiwan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan, Jemmi Tria Sukmana menjelaskan, Umron awalnya mendaftar bekerja ke luar negeri melalui PT Flamboyan. Dia mendapatkan panggilan kerja dan diberangkatkan ke Taiwan pada 3 November 2025 lalu.
"Berangkat secara prosedural dan mendapat penempatan kerja di pabrik di wilayah Distrik Dashe," ungkapnya, Minggu (19/4/2026).
Selanjutnya, pada 15 Maret 2026, Umron tidak masuk kerja. Rekan kerjanya kemudian mendatangi messnya dan mendapatinya sudah tak bernyawa di dalam kamar.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke agensi, yakni Chongyi International Development, yang selanjutnya diteruskan ke Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei.
"Setelah menerima laporan meninggalnya PMI itu, dilakukan prosedur pemulangan oleh pihak perusahaan," tuturnya.
Jemmi mengaku tidak mendapat keterangan penyebab meninggalnya Umron di messnya tersebut. Dia juga tidak mengetahui riwayat penyakit yang diderita PMI tersebut.
"Kami tidak ada datanya," katanya.
Prosedur pemulangan jenazah Umron juga memakan waktu yang panjang. Pihaknya baru mendapatkan surat pemulangan jenazah dari KDEI di Taipei pada 14 April 2026 lalu.
Setelah laporan itu diterima oleh Disnaker Bangkalan, jenazah lalu diterbangkan dari Taiwan ke Indonesia pada Sabtu, (18/4/2026) dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu malam.
"Seluruh proses pemulangan ditanggung oleh pihak perusahaan penyalur yakni PT Flamboyan," jelasnya.
Setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, jenazah lalu dibawa ke rumah duka pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 10.00 dan langsung diterima oleh pihak keluarga.
"Pihak perusahaan datang langsung mengantar jenazah dan juga menyerahkan sisa gaji almarhum ke pihak keluarga sebesar Rp5 juta serta memberikan uang santunan pada keluarga," pungkas Jemmi.(*)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
17 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
17 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
17 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
17 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
17 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
17 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
17 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
17 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
17 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
2 days ago





