Senin, 20 April 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Deder Keris Khas Sumenep: Incaran Kolektor, Angkat Seni Ukir Tradisional

Redaksi - Monday, 20 April 2026 | 08:16 AM

Background
Deder Keris Khas Sumenep: Incaran Kolektor, Angkat Seni Ukir Tradisional
Deder Keris. ( Istimewa/)

salsabilafm.com  - Selain warangka, deder keris atau gagang pegangan keris khas Sumenep kini turut menjadi perhatian para kolektor benda pusaka. Kerajinan tradisional ini dikenal memiliki nilai seni tinggi sekaligus mencerminkan identitas budaya lokal Madura.


Deder keris berfungsi sebagai pegangan yang terletak di pangkal keris, menjadi bagian penting dalam struktur senjata tradisional tersebut. Di Sumenep, deder umumnya dibuat dari kayu keras berkualitas seperti kayu sentul dan kayu sawo. Material ini dipilih karena kekuatannya serta kemudahan untuk diukir dengan detail.


Keunikan deder keris Sumenep terletak pada ukiran khasnya yang halus dan sarat makna. Para perajin lokal mengolah gagang keris ini dengan teknik ukir turun-temurun, menghasilkan motif yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai filosofis.




"Meski tetap dipengaruhi gaya ukiran Jawa, sentuhan lokal Madura memberikan karakter tersendiri yang membedakannya dari daerah lain." terang Pengrajin Deder Keris Sumenep, Ayik Nata Senin (20/4/2026).


Setiap deder tidak sekadar menjadi alat genggam, melainkan juga simbol status, karakter, dan nilai spiritual pemiliknya. Motif ukiran yang dihadirkan sering kali mencerminkan kekuatan, keberanian, hingga harapan akan perlindungan.




Meningkatnya minat terhadap keris sebagai warisan budaya turut mendorong popularitas deder keris khas Sumenep. Kolektor kini tidak hanya mencari bilah keris, tetapi juga memperhatikan kelengkapan seperti gagang dan warangka sebagai satu kesatuan bernilai tinggi.


Para pengrajin di Sumenep menyambut baik tren ini karena membuka peluang ekonomi sekaligus menjadi upaya pelestarian seni ukir tradisional. Mereka berharap generasi muda dapat terus mempelajari teknik pembuatan deder agar warisan budaya ini tetap lestari di tengah perkembangan zaman.(*)