Rabu, 22 April 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Pantau ke Lokasi, Pemkab Sumenep Pastikan Distribusi BBM dan Bahan Pokok Bersubsidi Aman

Redaksi - Wednesday, 22 April 2026 | 06:42 AM

Background
Pantau ke Lokasi, Pemkab Sumenep Pastikan Distribusi BBM dan Bahan Pokok Bersubsidi Aman
Sidak Pemkab Sumenep dan aparat ( Istimewa/)


salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan sejumlah bahan pokok bersubsidi aman dengan jumlah stok cukup memadai.


"Ini sesuai dengan hasil pemantauan yang kami lakukan hari ini," kata Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemkab Sumenep Dadang Dedy Iskandar, Selasa (21/4/2026) malam.




Pemkab Sumenep telah bekerja sama dengan Polres Sumenep, membentuk satuan tugas (satgas) gabungan guna mendukung program ketahanan pangan, energi dan kelancaran distribusi bahan pokok bersubsidi kepada masyarakat.


"Hari ini tim langsung melakukan pemantauan di lapangan, meninjau secara langsung ketersediaan bahan pokok bersubsidi di pasaran," katanya.


Tim meninjau distribusi minyak goreng bersubsidi di Pasar Anom Sumenep, distribusi LPG tabung ukuran 3 kilogram, serta BBM.




"Hasilnya, tidak ditemukan ada penyimpangan. Distribusi LPG 3 kilogram juga sesuai dengan ketentuan, dan demikian juga dengan minyak goreng bersubsidi, yakni Minyakita," katanya.


Dadang menjelaskan jumlah total kuota LPG tabung 3 kilogram untuk Kabupaten Sumenep yang ditetapkan pemerintah tahun ini 27.870 metrik ton.




Jumlah ini, kata dia, sama seperti kuota tahun 2025 sehingga masyarakat diminta untuk tidak khawatir.


Pemkab Sumenep juga telah meminta seluruh pangkalan untuk memprioritaskan distribusi kepada masyarakat yang berhak serta menjual sesuai harga eceran tertinggi (HET).


"Kalau pun selama ini ada ketergantungan pasokan, itu kemungkinan, karena kebutuhan meningkat, seiring dengan banyaknya kegiatan di masyarakat," kata dia.




Menurut dia, di Sumenep dan beberapa kabupaten di Pulau Madura, ada kebiasaan menggelar hajatan pernikahan setelah Hari Raya Idul Fitri, sehingga kebutuhan konsumsi LPG juga meningkat.


"Tapi kami yakin, sebentar lagi, akan kembali sebagaimana hari-hari normal," pungkasnya. (*)