Anggaran Dipangkas, Program Inklusi Perpustakaan Sampang 2026 Terhenti
Ach. Mukrim - Wednesday, 22 April 2026 | 07:03 AM


salsabilafm.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sampang resmi meniadakan program Transformasi Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) pada 2026. Langkah tersebut terpaksa diambil akibat kebijakan efisiensi anggaran di lingkungan pemerintah daerah setempat.
Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan Dispusip Sampang, Kurnia Sufartina, mengatakan, TPBIS merupakan pilar penting dalam mengubah fungsi perpustakaan daerah. Menurutnya, perpustakaan kini dituntut bukan hanya menjadi tempat membaca, melainkan wadah pertukaran ilmu (transfer knowledge) bagi warga.
"Tahun ini tidak terealisasi karena terdampak efisiensi. Tahun lalu kami masih menganggarkan sekitar Rp30,7 juta," katanya, Rabu (22/4/2026).
Dia mengungkapkan, sejumlah agenda rutin yang terpaksa absen tahun ini meliputi kelas merajut, les bahasa Inggris, pelatihan memasak, kelas bahasa Madura, hingga pelatihan membatik ecoprint. Padahal, rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan ekonomi masyarakat berbasis literasi.
Menurutnya, meski dukungan dana APBD dicabut, Kurnia mengklaim semangat literasi di Sampang tidak sepenuhnya mati. Pihaknya kini mengandalkan skema swadaya untuk beberapa kegiatan terbatas.
"Kegiatan tetap ada dengan bergantung pada pelatihan secara swadaya. Misalnya kelas tahsin, guru pengajarnya ikhlas dan tidak mau dibayar," tambahnya.
Sementara itu, Rofi, salah satu aktivis literasi di Sampang, menegaskan, gerakan intelektual seharusnya tidak boleh tersandera oleh urusan penganggaran. Dia mencontohkan bagaimana Taman Belajar Masyarakat (TBM) di tingkat desa tetap mampu bergerak secara mandiri tanpa suntikan dana pemerintah.
"Mereka mengabdi secara penuh dalam pengembangan literasi tanpa anggaran, itu yang patut diapresiasi. Literasi itu adalah bentuk pertanggungjawaban moral," tegasnya.
Rofi mendesak pemerintah daerah untuk mencari solusi alternatif jika pelatihan teknis tidak bisa dilakukan. Dia menyarankan agar Dispusip fokus pada penguatan koleksi bacaan di akar rumput.
"Kalau pemerintah tidak mampu melaksanakan (pelatihan), minimal dinas membantu menyediakan bacaan bermutu. Misalnya memberikan bantuan 1.000 buku untuk TBM dan Perpustakaan Desa," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Saifullah Yusuf: Sekolah Rakyat Tidak Buka Pendaftaran, Yang Ada Adalah Jangkauan
7 hours ago

Data Penerima Amburadul, Mensos RI Akui Penyaluran Bansos Banyak Tidak Tepat Sasaran
7 hours ago

Lindungi Sapi Madura, Disperta KP Sampang Perketat Pengawasan Ternak Jelang Iduladha
7 hours ago

Masa Berlaku Uji Kir Kadaluarsa, Puluhan Kendaraan di Sampang Terjaring Operasi Gabungan
7 hours ago

Meriah, 60 Kuda Tampil di Festival Jeren Serek 2026 Sumenep
11 hours ago

Sakit, 2 CJH Pamekasan Tunda Berangkat Haji
11 hours ago

Singapura Apresiasi Upaya RI Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono
11 hours ago

Ratusan Motor di Pamekasan Diamankan, Polisi Minta Pemilik Ambil Kendaraan Sesuai Prosedur
11 hours ago

2 Pendaki WNA Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Meninggal Dunia
11 hours ago

15 Tahun Mengajar, Kini Nasib Guru Honorer Ini Terancam Dihapus
11 hours ago





