Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat Sepi, Pemesanan Hotel dan Pesawat Turun
Redaksi - Saturday, 13 June 2026 | 11:27 AM


salsabilafm.com -- Industri pariwisata Amerika Serikat belum merasakan lonjakan pengunjung yang diharapkan dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Tingginya harga tiket pertandingan, mahalnya biaya perjalanan, serta kendala visa membuat permintaan hotel dan penerbangan menuju kota-kota tuan rumah masih lemah.
Mengutip Reuters, Jumat (12/6/2026), sejumlah hotel bahkan terpaksa menurunkan tarif kamar karena jumlah suporter yang datang lebih sedikit dari perkiraan.
Begitu juga dengan tiket pesawat. Menurut data perusahaan analisis penerbangan Cirium, pemesanan penerbangan dari Eropa ke sebagian besar kota tuan rumah pada Juni-Juli tercatat turun rata-rata 3,8 persen dibandingkan tahun lalu.
Penurunan lebih tajam terjadi untuk penerbangan menuju New York, lokasi final Piala Dunia pada 19 Juli, yang anjlok 15,8 persen secara tahunan.
CEO Hotel Association of New York City Vijay Dandapani mengatakan, kondisi tersebut jauh di bawah ekspektasi pelaku industri.
"Secara keseluruhan ini mengecewakan," katanya.
Asosiasi hotel New York memangkas proyeksi pendapatan kamar yang terkait dengan Piala Dunia hingga 60 persen menjadi sekitar US$60 juta atau sekitar Rp1,07 triliun (asumsi kurs Rp17.900 per dolar AS).
Sebelumnya, FIFA memperkirakan sekitar 1,2 juta suporter akan datang ke New York selama turnamen berlangsung, namun asosiasi hotel setempat kini hanya memperkirakan sekitar 500 ribu pengunjung.
Data perusahaan analisis CoStar menunjukkan tingkat pemesanan hotel di seluruh kota tuan rumah hanya naik 0,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Rendahnya permintaan juga mendorong sejumlah hotel memangkas harga.
New York Hilton Midtown, hotel terbesar di New York, disebut memangkas tarif kamar selama turnamen hingga setengah dari harga yang ditawarkan pada Desember lalu menjadi sekitar US$415 atau sekitar Rp7,42 juta per malam.
Analis menilai tingginya biaya menjadi penyebab utama lesunya minat suporter. Selain harga tiket pesawat dan hotel, harga tiket pertandingan juga melonjak setelah FIFA menerapkan harga dinamis dan membolehkan penjualan kembali tiket tanpa batas harga.
Menurut TicketData, harga tiket termurah di kota-kota tuan rumah seperti New York dan Miami kini mendekati US$1.000 atau setara Rp17,9 juta per lembar.
Selain faktor biaya, suporter internasional juga menghadapi kendala visa dan kompleksitas perjalanan karena pertandingan digelar di 16 kota yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Di tengah lemahnya permintaan hotel dan penerbangan, sektor penyewaan rumah jangka pendek justru mencatat kinerja lebih baik. Airbnb menyebut Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi ajang terbesar dalam sejarah perusahaan tersebut, didorong oleh wisatawan yang mencari alternatif akomodasi dengan biaya lebih murah. (*)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
11 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
11 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
13 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
13 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
13 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
13 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
13 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
2 days ago





