Terkendala Anggaran, 27 CCTV di Bangkalan Rusak
Ach. Mukrim - Tuesday, 09 July 2024 | 05:07 PM


salsabilafm.com– Puluhan CCTV yang dipasang Dishub Bangkalan di sembilan persimpangan jalan protokol rusak. Namun, hingga saat ini belum ada perbaikan. Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan berdalih tidak memiliki anggaran. Sebab, pemeliharaan CCTV tersebut tidak dianggarkan dalam RKA Dishub Bangkalan tahun ini.
Kabid Pengembangan dan Keamanan Dishub Bangkalan Lukman Hakim menyatakan, CCTV harus dilakukan perawatan berkala agar tetap berfungsi dengan baik. Namun, kini pemeliharaan kamera pemantau tersebut tidak dapat dilakukan karena terkendala anggaran.
"Pada 2022, anggaran (pemeliharaan) Rp 20 juta, sedangkan 2023 Rp 6 juta, kemudian tahun ini tidak ada anggarannya sama sekali," ujarnya, Selasa (9/7/2024).
Ia mengungkapkan, terdapat 27 CCTV yang sudah dipasang di sembilan persimpangan. Namun, tidak ada satu pun yang berfungsi karena rusak. Puluhan CCTV itu tersebar di traffic light simpang tiga Jalan Soekarno-Hatta, simpang tiga Senenan, dan simpang tiga HOS Cokroaminoto.
Kemudian, terpasang di traffic light simpang empat Jalan Sultan Abdul Kadirun. Lalu, terpasang di ruas Jalan Panglima Sudirman, simpang tiga Letnan Abdullah, dan traffic light simpang tiga Jalan Trunojoyo. Selanjutnya, simpang tiga Jalan Ki Lemah Duwur dan traffic light simpang pos Junok, Jalan Pemuda Kaffa.
Lukman menyatakan, ada beberapa kendala yang menyebabkan puluhan CCTV itu rusak. Salah satunya, dirusak oleh orang tidak bertanggung jawab melalui tempat penyimpanan komponen.
"Boks (penyimpanan komponen itu) ada di bawah, walaupun dikunci dengan gembok tetap saja dirusak sehingga membuat CCTV tidak berfungsi," jelasnya.
Pihaknya berjanji mencari solusi agar komponen puluhan CCTV itu tidak dirusak lagi. Yakni, memasang kabel di satu titik yang terkoneksi ke semua titik yang terpasang CCTV.
"Selama ini, CCTV tersebut menggunakan daya pancar atau jaringan dan untuk menggantinya ke kabel masih terkendala anggaran," pungkasnya. (*)
Next News

PCNU Sampang Minta Kejaksaan Tak Masuk Angin Tangani Kasus Rudapaksa Anak
14 days ago

Dinsos-PPA: Hasil Pemeriksaan Sementara Menunjukkan Korban Rudapaksa 27 Pelaku di Sampang Tidak Hamil
14 days ago

Kasus Rudapaksa Anak Jadi Alarm, MUI Sampang Desak Pemerintah Evaluasi Sistem Perlindungan Korban
24 days ago

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual? Ini Langkah yang Perlu Diketahui
25 days ago

Hukuman Pelaku Rudapaksa Anak di Indonesia: Penjara, Kebiri Kimia hingga Gelang Elektronik
25 days ago

Owner Lyco Coffee Didenda Rp6 Juta dalam Sidang Tindak Pidana Ringan
2 months ago

Ratusan Santri dan Alumni Demo PN Sampang, Desak Terdakwa Penganiaya Guru Tugas Dihukum Maksimal
2 months ago

Korban Penganiayaan Guru Tugas di Sampang: Saya Diancam Akan Dibunuh Jika Melawan
3 months ago

Sidang Sering Molor, Profesionalitas PN Sampang Jadi Sorotan Publik
3 months ago

Mad Jari Divonis 6 Tahun, Kuasa Hukum Korban: Alhamdulillah, Alloh Berikan Jalan Keadilan
3 months ago





