Kamis, 15 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Terima Puluhan Keluhan, Satgas MBG Sampang: Sebagian Besar Terkait Menu Makanan

Ach. Mukrim - Tuesday, 13 January 2026 | 07:26 AM

Background
Terima Puluhan Keluhan, Satgas MBG Sampang: Sebagian Besar Terkait Menu Makanan
Petugas dapur MBG tengah menyiapkan makanan bergizi bagi masyarakat. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sampang mengaku telah menerima puluhan aduan dari masyarakat terkait pelaksanaan program sepanjang tahun 2025. Mayoritas keluhan yang masuk berfokus pada variasi dan penyajian menu makanan yang dinilai kurang memenuhi selera penerima manfaat.


Sekretaris Satgas MBG Sampang, Sudarmanta, mengatakan, tercatat ada sekitar 20 kasus aduan yang diterima pihaknya hingga tutup tahun 2025. Laporan warga umumnya menyoroti menu yang kurang bervariasi serta cara penyajian yang membuat anak-anak enggan menghabiskan jatah makanan mereka.


“Sepanjang 2025, aduan yang kami terima jumlahnya sekitar 20 kasus dan sebagian besar terkait menu makanan,” katanya, Selasa (13/1/2026).


Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas MBG telah melakukan monitoring langsung ke lapangan, khususnya terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur-dapur penyedia yang dikeluhkan warga. Sudarmanta memastikan, per Januari 2026 ini, kualitas layanan telah mengalami peningkatan.


“Kami turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring terhadap dapur yang dikeluhkan warga. Saat ini, alhamdulillah sudah ada perbaikan,” ungkapnya.


Meski terdapat keluhan terkait selera, Sudarmanta menegaskan, secara umum pelaksanaan program MBG di Sampang tetap berjalan sesuai standar gizi yang ditetapkan pemerintah pusat. Menu yang disusun telah melalui perhitungan nutrisi yang ketat untuk memenuhi kebutuhan perkembangan anak.


Diakuinya, perbedaan selera makan di setiap wilayah menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan evaluasi berkala dan menyampaikan masukan warga kepada penyedia agar dilakukan penyesuaian menu tanpa mengurangi standar gizi.


Pihaknya juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat sebagai bagian dari pengawasan bersama. Setiap laporan yang masuk, kata dia, akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.


"Kami akan terus melakukan evaluasi dan menyampaikan masukan warga kepada penyedia makanan agar dilakukan penyesuaian menu tanpa mengurangi nilai gizi," ucapnya.


Salah seorang warga Kecamatan Sampang, Moh Alfin berharap pemerintah daerah dan pelaksana program MBG dapat lebih memperhatikan aspek kecukupan nilai gizi dan cita rasa menu. Sehingga tujuan program untuk meningkatkan asupan gizi anak dapat tercapai secara maksimal.


“Perlu ada perhatian terhadap menu yang disajikan oleh dapur MBG, di samping itu baiknya juga diimbangi dengan audit penggunaan anggaran agar penerima manfaat tidak dirugikan,” pungkasnya. (Mukrim)