Terdakwa Laka di Sampang Divonis 6 Bulan, Kuasa Hukum: Putusan Ini Tidak Sesuai Fakta
Syabilur Rosyad - Tuesday, 30 September 2025 | 10:34 PM


salsabilafm.com – Kasus kecelakaan lalu lintas dengan terdakwa Moh. Issudin memasuki babak akhir setelah Pengadilan Negeri (PN) Sampang membacakan putusan, Selasa (30/9/2025). Dalam sidang tersebut, majelis hakim yang diketuai Adji Prakoso menjatuhkan vonis 6 bulan penjara.
Dalam amar putusannya, hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah karena kelalaiannya hingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
"Kami menimbang bahwa terdakwa telah lalai hingga mengancam nyawa orang lain dan menyebabkan kerugian materi," ucap Adji Prakoso saat membacakan putusan.
Namun, kuasa hukum terdakwa, Bahri, menilai majelis hakim mengabaikan sejumlah fakta penting di persidangan. Dia menyinggung kesaksian saksi yang tidak melihat langsung kejadian serta bukti foto dan video yang menunjukkan truk merah oleng ke kanan.
"Kami sangat kecewa dengan putusan ini. Banyak fakta yang diungkap di persidangan justru tidak dipertimbangkan oleh majelis hakim. Putusan ini jelas tidak sesuai dengan fakta hukum," ujarnya kepada salsabilafm.com, Selasa (30/9/2025).
Selain itu, pihak kuasa hukum juga menilai penyelidikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak sempurna dan seharusnya diuji melalui pra-peradilan sebelum masuk tahap persidangan. Meski begitu, pihaknya masih mempertimbangkan langkah banding.
"Kami akan berkoordinasi dengan keluarga dan pihak rumah sakit tempat klien kami bekerja untuk menentukan langkah hukum berikutnya," tambah Bahri.
Di sisi lain, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sampang, Heronika Setiawati, menegaskan bahwa vonis hakim sejalan dengan tuntutan yang mereka ajukan.
"Vonis hakim sama dengan tuntutan yang kita ajukan, itu membuktikan bahwa hasil penyelidikan aparat penegak hukum juga dibenarkan," ujarnya.
Heronika menyebut pihaknya masih pikir-pikir untuk menentukan apakah menerima atau mengajukan banding atas putusan tersebut.
"Kami pikir-pikir dulu, jika terdakwa mengajukan banding kita akan banding," singkatnya. (Syad)
Next News

PCNU Sampang Minta Kejaksaan Tak Masuk Angin Tangani Kasus Rudapaksa Anak
14 days ago

Dinsos-PPA: Hasil Pemeriksaan Sementara Menunjukkan Korban Rudapaksa 27 Pelaku di Sampang Tidak Hamil
14 days ago

Kasus Rudapaksa Anak Jadi Alarm, MUI Sampang Desak Pemerintah Evaluasi Sistem Perlindungan Korban
24 days ago

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual? Ini Langkah yang Perlu Diketahui
25 days ago

Hukuman Pelaku Rudapaksa Anak di Indonesia: Penjara, Kebiri Kimia hingga Gelang Elektronik
25 days ago

Owner Lyco Coffee Didenda Rp6 Juta dalam Sidang Tindak Pidana Ringan
2 months ago

Ratusan Santri dan Alumni Demo PN Sampang, Desak Terdakwa Penganiaya Guru Tugas Dihukum Maksimal
2 months ago

Korban Penganiayaan Guru Tugas di Sampang: Saya Diancam Akan Dibunuh Jika Melawan
3 months ago

Sidang Sering Molor, Profesionalitas PN Sampang Jadi Sorotan Publik
3 months ago

Mad Jari Divonis 6 Tahun, Kuasa Hukum Korban: Alhamdulillah, Alloh Berikan Jalan Keadilan
3 months ago





