Realisasi PAD 2025 Capai Rp737 Juta, DLH Sampang Naikkan Target Jadi Rp 800 Juta
Ach. Mukrim - Wednesday, 07 January 2026 | 07:31 AM


salsabilafm.com - Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DLH Perkim) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mencatatkan tren positif dalam realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sepanjang tahun anggaran 2025 dengan mengantongi Rp737 juta, atau setara 95,76 persen dari total target yang dipatok sebesar Rp775 juta.
Kepala DLH Perkim Kabupaten Sampang, A. Faisol Ansori mengungkapkan, capaian tersebut ditopang secara signifikan oleh sektor pengelolaan sampah dan layanan tinja. Namun, sektor laboratorium lingkungan masih belum menunjukkan performa optimal.
"Pengelolaan sampah dan layanan tinja sudah tercapai. Yang belum maksimal adalah sektor laboratorium, capaiannya masih berkisar 50-60 persen," katanya, Rabu (7/1/2026).
Faisol menegaskan, meski terdapat kekurangan pada sektor laboratorium, secara akumulatif kinerja PAD DLH Perkim tetap berada dalam kategori sangat baik dengan selisih realisasi hanya berkisar Rp40 juta hingga Rp50 juta.
Memasuki tahun 2026, lanjutnya, Pemkab Sampang menaikkan target PAD DLH menjadi Rp800 juta. Guna mengejar target tersebut, pihaknya akan menerapkan langkah strategis dengan memperluas jangkauan kontribusi retribusi.
Salah satu poin utama dalam strategi baru ini adalah optimalisasi kontribusi dari penyelenggaraan acara atau event yang berpotensi menghasilkan tumpukan sampah. Faisol memastikan pihaknya akan lebih proaktif dalam menarik kontribusi, baik pada kegiatan skala besar maupun kecil.
"Ini bukan soal sewa tempat, tetapi kontribusi atas timbulan sampah yang dihasilkan setiap kegiatan," tegas Faisol.
Menurut dia, DLH masih menghadapi tantangan serius dalam penanganan sampah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Sampang. Keterbatasan armada pengangkut sampah menjadi masalah krusial yang belum terpecahkan.
Sejauh ini, penanganan di wilayah tersebut hanya mengandalkan satu unit kendaraan operasional. Sebagai solusi alternatif, pihaknya mulai menjajaki pemanfaatan teknologi insinerator skala kecil untuk menekan volume sampah di lokasi.
Namun meski begitu, Faisol mengingatkan, solusi teknologi dan penambahan sarana tidak akan efektif tanpa adanya revolusi kesadaran dari masyarakat.
"Kesadaran dan partisipasi masyarakat menjadi kunci. Tanpa itu, sekuat apa pun upaya pemerintah akan sulit maksimal," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026
20 hours ago

Hilal Tak Terlihat di Sampang, Ketua PCNU: Tunggu Keputusan Sidang Isbat dan PBNU
a day ago

Gegara Main Petasan Kalengan, 2 Warga Sampang Alami Luka Bakar
a day ago

Ikuti Ponpes Al Karawi, Warga Desa di Sumenep Mulai Puasa Ramadan Hari Ini
a day ago

Tentukan Awal Ramadan, Lembaga Falakiyah PCNU Sampang Pantau Hilal di Pelabuhan Taddan
a day ago

Warung Makan di Bangkalan Buka Sore Hari Selama Ramadan
21 hours ago

Sore Ini, PCNU Bangkalan Akan Gelar Pemantauan Hilal
21 hours ago

Aklamasi, Kiai Muchlis Nasir Terpilih Jadi Ketua PCNU Pamekasan 2026-2031
2 days ago

Jam Kerja ASN Bangkalan Dipotong Selama Ramadan
2 days ago

Satgas MBG Sampang Pastikan SPPG Mandangin Tetap Jalan: Investor Sudah Ada
2 days ago





