Sabtu, 24 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Polisi Ungkap Ciri-ciri Hijriyatul Laila: Terakhir Memakai Daster Warna Cokelat

Ach. Mukrim - Saturday, 24 January 2026 | 03:37 AM

Background
 Polisi Ungkap Ciri-ciri Hijriyatul Laila: Terakhir Memakai Daster Warna Cokelat
Polisi Ungkap Ciri-ciri Hijriyatul Laila: Terakhir Memakai Daster Warna Cokelat ( dok keluarga untuk salsabilafm/)

salsbilafm.com - Kepolisian Resor (Polres) Sampang meminta bantuan masyarakat untuk menemukan Hijriyatul Laila (22), warga Dusun Bandungan, Desa Tanggumong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Gadis tersebut dilaporkan hilang sejak Jum'at (16/1/2026) dini hari secara misterius dari rumahnya.


Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menjelaskan, identifikasi fisik sangat penting bagi masyarakat yang mungkin berpapasan dengan korban di tempat umum. Korban memiliki tinggi badan 65 cm, rambut panjang dan bergelombang, wajah oval, warna kulit sawo matang.


"Informasi dari keluarganya pakaian terakhir menggunakan daster atau long dress berwarna cokelat," katanya, Sabtu (24/1/2026).


Eko mengungkapkan, berdasarkan keterangan pelapor, Sahidah, yang merupakan ibu kandung korban, peristiwa ini bermula saat korban beristirahat di kamar belakang rumahnya pada Jum'at (15/1/2026) malam.


"Keesokan harinya, Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, pelapor terbangun dan mendapati pintu belakang rumah sudah dalam keadaan terbuka," ungkapnya.


Merasa curiga dengan pintu yang terbuka, Sahidah segera mengecek kamar tidur anak perempuannya. Namun, Hijriyatul Laila sudah tidak berada di tempat. Ibu korban sempat melakukan pencarian di sekitar lingkungan rumah menggunakan sepeda motor, tetapi tidak membuahkan hasil.


Sebelum meninggalkan rumah, korban diketahui tidak berpamitan kepada keluarga. Pihak keluarga juga mencoba menghubungi telepon seluler korban, namun nomor tersebut dalam keadaan tidak aktif hingga saat ini.


"Kami telah menyebarkan informasi mengenai ciri-ciri fisik korban guna mempercepat proses pencarian. Masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan korban diharapkan segera melapor ke kantor polisi terdekat," lanjutnya. 


"Kami masih melakukan penyelidikan dan upaya pencarian lebih lanjut di lapangan. Status terlapor saat ini masih dalam proses lidik," imbuh Eko. 


Sebelumnya, informasi ini dilaporkan langsung oleh kakak kandung korban, M. Haris Efendi, saat melakukan sesi wawancara secara daring (on-air) melalui Radio Salsabila FM, Jumat (23/1/2026). 


Haris mengungkapkan, adiknya menghilang sekitar pukul 02.00 WIB dijemput oleh seseorang saat suasana rumah sedang sepi. Pergerakan sang adik terpantau jelas dalam rekaman kamera CCTV.  Sebelum menghilang, Laila diketahui keluar rumah dan berinteraksi dengan seorang penjual nasi bebek yang berada tepat di depan kediaman mereka.


"Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi penjual nasi bebek, adik saya sempat meminjam telepon seluler milik penjual tersebut untuk menghubungi seseorang. Setelah kami verifikasi, nomor yang dihubungi itu adalah nomor mantan tunangannya," ungkapnya.


Haris menceritakan, pemicu utama keretakan hubungan adiknya dan tunangannya dimulai dari masalah sepele terkait perizinan. Laila berencana mengikuti sebuah kegiatan tur (touring), namun awalnya tidak mendapatkan restu dari calon suaminya. Setelah sempat terjadi perdebatan, izin tersebut akhirnya diberikan dan Laila tetap berangkat.


Saat adiknya pulang dari tur dengan niat baik membawa oleh-oleh untuk keluarga tunangannya, respons yang diterima justru di luar dugaan. "Adik saya membawa oleh-oleh ke rumah tunangannya, namun ternyata oleh-oleh itu dikembalikan dan tidak diterima lagi," ujar Haris.


Situasi memanas ketika pihak pria secara tiba-tiba mendatangi rumah keluarga Laila untuk membatalkan pertunangan secara sepihak. Keputusan ini memukul batin keluarga besar, mengingat segala persiapan hajatan sudah mencapai tahap akhir.


"Keluarga kami sangat kaget karena semua sudah dipersiapkan. Undangan sudah ada, tenda atau tarub sudah disiapkan, tapi tiba-tiba mereka membatalkan (maburung). Ini sangat menyakitkan bagi kami," tambah Haris.


Haris juga menyoroti adanya upaya mediasi dari kerabat pihak pria yang justru memperburuk keadaan. Sehari setelah pembatalan, saudara dari pihak pria datang untuk meminta rujuk atau menyambung kembali hubungan pertunangan tersebut. Namun, proses komunikasi itu diwarnai dengan intimidasi verbal.


"Mereka datang ingin mengembalikan hubungan, tapi dengan kata-kata yang menyakitkan dan tetap menyalahkan keluarga kami," jelasnya.


Menurutnya, ini adalah kali ketiga adiknya pergi dengan pria yang sama. Pada insiden sebelumnya, Laila pernah ditemukan berada di kediaman mantan tunangannya tersebut. Namun kali ini, upaya kekeluargaan menemui jalan buntu.


Pihak keluarga pria sempat berjanji kepada Haris dan orang tuanya untuk memulangkan Laila dalam waktu 1x24 jam. Namun, janji untuk memulangkan korban sebelum pukul 10.00 WIB pagi tidak ditepati. Saat dikonfirmasi ulang, keluarga pria justru berdalih bahwa keduanya kini menghilang.


Tak kunjung mendapatkan kepastian, Haris bersama ibunya telah melaporkan kasus ini secara resmi ke Polres Sampang. 


"Kami hanya ingin adik kami kembali ke rumah. Kami memohon bantuan pihak kepolisian dan masyarakat luas jika melihat keberadaan Laila agar segera melapor," pungkas Haris. (Mukrim)