Hijriyatul Laila Dilaporkan Hilang, Diduga Dibawa Kabur Mantan Tunangan Usai Batal Nikah
Ach. Mukrim - Friday, 23 January 2026 | 08:37 AM


salsabilafm.com - Seorang gadis berusia 22 tahun, Hijriyatul Laila, warga Dusun Bandungan, Desa Tanggumong, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dilaporkan hilang sejak Sabtu (17/1/2026) lalu. Pihak keluarga menduga kuat korban dibawa kabur oleh mantan tunangannya menyusul konflik pembatalan pernikahan secara sepihak.
Informasi ini dilaporkan langsung oleh kakak kandung korban, M. Haris Efendi, saat melakukan sesi wawancara secara daring (on-air) melalui Radio Salsabila FM, Jum'at (23/1/2026)
Haris mengungkapkan, adiknya menghilang sekitar pukul 02.00 WIB dijemput oleh seseorang saat suasana rumah sedang sepi. Pergerakan sang adik terpantau jelas dalam rekaman kamera CCTV. Sebelum menghilang, Laila diketahui keluar rumah dan berinteraksi dengan seorang penjual nasi bebek yang berada tepat di depan kediaman mereka.
"Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi penjual nasi bebek, adik saya sempat meminjam telepon seluler milik penjual tersebut untuk menghubungi seseorang. Setelah kami verifikasi, nomor yang dihubungi itu adalah nomor mantan tunangannya," ungkap Haris.
Haris menceritakan, pemicu utama keretakan hubungan adiknya dan tunangannya dimulai dari masalah sepele terkait perizinan. Laila berencana mengikuti sebuah kegiatan tur (touring), namun awalnya tidak mendapatkan restu dari calon suaminya. Setelah sempat terjadi perdebatan, izin tersebut akhirnya diberikan dan Laila tetap berangkat.
Saat adiknya pulang dari tur dengan niat baik membawa oleh-oleh untuk keluarga tunangannya, respons yang diterima justru di luar dugaan. "Adik saya membawa oleh-oleh ke rumah tunangannya, namun ternyata oleh-oleh itu dikembalikan dan tidak diterima lagi," tutur Haris.
Situasi memanas ketika pihak pria secara tiba-tiba mendatangi rumah keluarga Laila untuk membatalkan pertunangan secara sepihak. Keputusan ini memukul batin keluarga besar, mengingat segala persiapan hajatan sudah mencapai tahap akhir.
"Keluarga kami sangat kaget karena semua sudah dipersiapkan. Undangan sudah ada, tenda sudah disiapkan, tapi tiba-tiba mereka membatalkan. Ini sangat menyakitkan bagi kami," tambah Haris.
Haris juga menyoroti adanya upaya mediasi dari kerabat pihak pria yang justru memperburuk keadaan. Sehari setelah pembatalan, saudara dari pihak pria datang untuk meminta rujuk atau menyambung kembali hubungan pertunangan tersebut. Namun, proses komunikasi itu diwarnai dengan intimidasi verbal.
"Mereka datang ingin mengembalikan hubungan, tapi dengan kata-kata yang menyakitkan dan tetap menyalahkan keluarga kami," jelasnya.
Menurutnya, ini adalah kali ketiga adiknya pergi dengan pria yang sama. Pada insiden sebelumnya, Laila pernah ditemukan berada di kediaman mantan tunangannya tersebut. Namun kali ini, upaya kekeluargaan menemui jalan buntu.
Pihak keluarga pria sempat berjanji kepada Haris dan orang tuanya untuk memulangkan Laila dalam waktu 1x24 jam. Namun, janji untuk memulangkan korban sebelum pukul 10.00 WIB pagi tidak ditepati. Saat dikonfirmasi ulang, keluarga pria justru berdalih bahwa keduanya kini menghilang.
Tak kunjung mendapatkan kepastian, Haris bersama ibundanya telah melaporkan kasus ini secara resmi ke Polres Sampang.
"Kami hanya ingin adik kami kembali ke rumah. Kami memohon bantuan pihak kepolisian dan masyarakat luas jika melihat keberadaan Laila agar segera melapor," ucapnya memohon.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menyatakan, pihaknya telah menyebarkan informasi mengenai ciri-ciri korban ke seluruh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) dan melalui media sosial resmi milik Polres Sampang untuk mempercepat pencarian.
"Kami sudah mengumumkan informasi kehilangan ini melalui media sosial jajaran. Namun, hingga saat ini memang belum ada informasi lanjutan dari jajaran Polsek di lapangan terkait keberadaan yang bersangkutan," katanya.
Eko juga memberikan apresiasi dan imbauan kepada media lokal, khususnya Radio Salsabila FM, untuk terus membantu menyiarkan informasi ciri-ciri korban kepada masyarakat luas.
"Tidak ada salahnya jika informasi ini terus disiarkan secara rutin lewat radio, lengkap dengan ciri-ciri yang sudah tercatat. Kami terus berupaya melakukan pencarian," pungkas Eko. (Mukrim)
Next News

Warga Kepulauan di Sumenep Krisis Elpiji Akibat Cuaca Buruk
8 hours ago

86 SPPG di Sampang Belum Urus Izin Bangunan Dapur
8 hours ago

24 Jam Dibawa Maling, Motor Warga Pamekasan Akhirnya Ditemukan Polisi
9 hours ago

Asyik Nongkrong di Warung, 6 Pelajar di Bangkalan Diamankan Satpol PP
9 hours ago

Sambungan Kabel Tiang Listrik Ponpes di Bangkalan Meledak Akibat Lost Contact
9 hours ago

Pikap Muatan Bawang Tabrak Pohon di Bangkalan, 1 Orang Meninggal Dunia
10 hours ago

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji
11 hours ago

Tak Ada Aktivitas, SDN Batuporo Timur 1 Tetap Terima Dana BOS Tiap Tahun
11 hours ago

Lantik Nor Alam Jadi Kadisdik, Bupati Slamet Junaidi Minta 3 Poin Segera Dieksekusi
11 hours ago

Eri Cahyadi - Armuji Jalankan Roda Pemerintahan dengan Pembagian Peran yang Saling Melengkapi
11 hours ago





