Kapal Tongkang Kandas di Perairan Giliyang Sumenep, 5 ABK Selamat
Redaksi - Saturday, 24 January 2026 | 12:26 PM


salsabilafm.com – Kapal tongkang Indo Ocean Marine yang mengangkut minyak sawit mentah (CPO) nyaris tenggelam setelah mengalami kebocoran di perairan Desa Banraas, Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep, pada Jumat (23/1/2026). Sebanyak lima orang kru kapal, termasuk seorang polisi pengawal, dilaporkan selamat setelah berhasil melakukan evakuasi mandiri ke daratan.
Para kru yang selamat adalah Jumanto (bosun), Wibowo Ari Murdiyanto (kelasi), Dwi Karunianto (kelasi), Sudriman (kelasi), dan Briptu Ribut Prasetyo selaku polisi pengawal. Seluruh ABK berhasil turun dari kapal dengan bantuan potensi SAR (Potsar) saat posisi tongkang berada sekitar 300 meter dari bibir pantai.
“Para ABK ini berhasil melakukan evakuasi mandiri dan turun dari tongkang dengan dibantu potensi SAR (Potsar), 300 meter dari bibir Pantai Pulau Giliyang,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, Jumat (23/1/2026).
Kapal tersebut diketahui sedang dalam perjalanan dari Kalimantan Selatan menuju Gresik sebelum insiden terjadi.
Penyebab utama kapal nyaris tenggelam adalah kebocoran pada bagian lambung. Akibatnya kapal kehilangan keseimbangan hingga kandas di wilayah perairan Dungkek. Petugas Polairud sempat memberikan arahan melalui sambungan telepon agar para kru tetap bertahan di atas tongkang sembari menunggu air laut surut.
Begitu kondisi air laut surut, para kru melakukan evakuasi mandiri dengan berjalan melintasi perairan dangkal menuju bibir pantai di bawah pengawasan ketat Potsar. Setelah mencapai daratan, kelima kru kapal segera dibawa menuju pemukiman warga untuk mendapatkan tempat istirahat serta pemulihan kondisi fisik.
“Beberapa jam berikutnya, ABK telah berada di daratan dan dilanjutkan evakuasi oleh Potsar menuju rumah warga untuk membersihkan diri dan dilakukan recovery/pemulihan,” terang Widiarti.
Saat ini, tim gabungan dari Basarnas Pos Sumenep dan Polairud telah menyiapkan operasi penjemputan resmi.
Tim SAR gabungan mengerahkan armada Rescue Boat Basarnas (RBB) yang dijadwalkan bersandar di dermaga baru Desa Bancamara, Pulau Giliyang. Kapal penyelamat ini akan membawa seluruh kru kapal menuju pusat penanganan lebih lanjut di daratan utama Sumenep.
“Setelah proses recovery 5 kru kapal selesai, maka mereka dibawa dari rumah warga ke titik penjemputan yakni di dermaga baru Desa Bancamara,” ujar Widiarti.
Pihak otoritas kini terus memantau kondisi bangkai kapal tongkang guna memastikan muatan CPO tidak mencemari lingkungan perairan setempat. (*)
Next News

Soal Reshuffle Kabinet, PAN: Hak Prerogatif Presiden Prabowo
15 hours ago

Ikan dan Biota Laut Ditemukan Mati di Sekitar Tumpahan CPO di Perairan Gili Iyang
15 hours ago

Kasus Penipuan Jual Beli Susu MBG di Facebook Diduga Ada Keterlibatan Oknum Sales
15 hours ago

ASN Pamekasan Dilarang Main Game dan Live di Medsos Saat Jam Kerja
15 hours ago

Simpan Sabu 100 Gram, Wanita Asal Pamekasan Dibekuk Polisi
15 hours ago

Skandal 'Sekolah Hantu': Disdik Sampang Akui SDN Batoporo Timur 1 Tanpa Pengawas
19 hours ago

Buntut KBM Fiktif di SDN Batoporo Timur 1, Sekda Sampang Perintahkan Audit Dana BOS
19 hours ago

Polisi Ungkap Ciri-ciri Hijriyatul Laila: Terakhir Memakai Daster Warna Cokelat
19 hours ago

Polisi Kembalikan Emas 26 Gram ke Keluarga Korban Jambret yang Tewas di Pamekasan
10 hours ago

Warga Pamekasan Madura Adukan Jembatan Rusak ke Wakil Presiden Gibran
10 hours ago



