Sabtu, 24 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Ikan dan Biota Laut Ditemukan Mati di Sekitar Tumpahan CPO di Perairan Gili Iyang

Redaksi - Saturday, 24 January 2026 | 08:05 AM

Background
 Ikan dan Biota Laut Ditemukan Mati di Sekitar Tumpahan CPO di Perairan Gili Iyang
Kapal tongkang Indo ocean marin ( Istimewa/)

salsabilafm.com  - Memasuki hari ketiga tumpahan puluhan ton minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) di pesisir utara Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, warga mulai menemukan ikan dan biota laut lainnya mati di sekitar lokasi. Sejumlah ikan berukuran kecil terlihat membusuk di sela karang, yang sebelumnya dipenuhi gumpalan minyak.


Selain ikan, beberapa biota laut seperti kepiting juga ditemukan mati. Temuan itu membuat warga khawatir terhadap dampak pencemaran laut yang semakin meluas.


Sebelumnya, Kamis (22/1/2026), kapal tongkang yang mengangkut CPO dari Kalimantan Selatan menuju Gresik terdampar di perairan sisi utara Pulau Gili Iyang akibat cuaca buruk.


Kapal mengalami kebocoran setelah kandas di atas karang sehingga muatan minyak mentah sekitar 3.000 kiloliter itu tumpah ke laut.


Fathoni, warga setempat, mengatakan, ikan mati mulai ditemukan sejak hari sebelumnya. Sebagian besar ikan yang mati berukuran kecil dan berada di sekitar area tumpahan.


"Sudah ada ikan-ikan kecil yang kami temukan mati di sekitar tumpahan minyak ini," kata Fathoni, Sabtu (24/1/2026). 


Tak hanya ikan, lanjut Fathoni, beberapa biota laut lain juga terdampak pencemaran minyak mentah itu. Akibatnya, warga semakin khawatir terhadap keberlangsungan ekosistem laut di Pulau Gili Iyang. 


"Kepiting, kerang, juga ada yang mati. Setahu saya, minyak mentah memang sangat membahayakan bagi laut," tambahnya.


Fathoni berharap segera ada langkah nyata dari pihak terkait untuk menangani tumpahan minyak itu. Menurutnya, tanpa penanganan serius, kerusakan ekosistem laut bisa semakin parah dan berdampak panjang bagi kehidupan warga pesisir. 


"Kami berharap ada upaya cepat, membersihkan dan memulihkan laut supaya bisa kembali seperti semula," ucap dia.


Kepala Desa Banraas, Pulau Gili Iyang, Mathurrahman, mengaku belum menerima laporan resmi terkait temuan ikan dan biota laut yang mati akibat tumpahan minyak itu. Meski begitu, dia tidak menampik kemungkinan dampak itu terjadi.


"Saya belum mendapatkan laporan langsung soal ikan mati, tetapi secara logika itu sangat mungkin terjadi karena ini sudah pencemaran," terang dia. 


Menurut dia, minyak mentah yang tumpah ke laut berpotensi merusak lingkungan pesisir, terutama jika mencapai kawasan mangrove atau bakau.


"Kalau minyak ini sampai ke area bakau, katanya berbahaya dan bisa merusak ekosistem di sana," tutup Mathurrahman. (*)