Kamis, 19 Maret 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Puncak Arus Mudik, Penumpang Kapal Tujuan Pulau Mandangin Meningkat 100 Persen

Ach. Mukrim - Thursday, 19 March 2026 | 06:45 AM

Background
Puncak Arus Mudik, Penumpang Kapal Tujuan Pulau Mandangin Meningkat 100 Persen
Suasana di Pelabuhan Tanglok Sampang. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Tanglok, Sampang, Jawa Timur, mencapai puncaknya pada H-1 Idulfitri. Ratusan warga Pulau Mandangin menyerbu kapal-kapal tradisional untuk pulang ke kampung halaman. Hal ini memicu lonjakan penumpang hingga 100 persen dibandingkan hari biasa.


Pantauan di lokasi, Kamis (19/3/2026), menunjukkan pemudik memadati perahu motor dengan membawa berbagai barang bawaan, mulai dari kebutuhan pokok hingga camilan dan minuman untuk suguhan lebaran.


Khoirul Anwar (41), salah satu pemilik kapal tradisional, menyebutkan, kepadatan penumpang sudah mulai terlihat sejak Senin lalu. Jika pada hari normal satu kapal hanya mengangkut 15 orang, kini jumlahnya melonjak hingga 35 orang dalam sekali keberangkatan.




"Jumlah armada tidak ada penambahan, tapi kapasitas angkut yang meningkat. Puncak arus mudik terjadi hari ini (H-1), peningkatannya bisa sampai 100 persen," katanya.


Selain perantau, lanjutnya, lonjakan ini juga dipicu oleh warga lokal Pulau Mandangin yang baru saja berbelanja kebutuhan hari raya di pusat Kota Sampang. Kondisi kapal yang penuh sesak tidak menyurutkan niat warga untuk menyeberang.




Muhaimin (24), pemudik asal Surabaya, mengaku rela berdesakan di dalam kapal demi berkumpul dengan keluarga. 


"Sudah tahu kalau penumpang bakal penuh sampai susah bernapas, tapi ya tetap pulang karena setahun sekali," katanya


Meski terjadi lonjakan penumpang yang signifikan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang memutuskan untuk tidak mendirikan pos pengamanan di wilayah pelabuhan pada momentum Lebaran tahun ini.




Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Laut Dishub Sampang, Iwan Heri Susanto, beralasan jalur penyeberangan laut menuju Pulau Mandangin relatif aman. Peningkatan penumpang kapal terjadi sejak minggu lalu. 


"Anak yang mondok dan perantau mulai mudik sejak H-10 Lebaran, meskipun tidak signifikan," katanya.




Menurutnya, momentum Hari Raya Idul Fitri dijadikan kesempatan warga Mandangin yang merantau untuk balik ke kampung halaman. Meningkatkan jumlah penumpang berdampak pada armada kapal yang biasa beroperasi. Jika hari biasanya jumlah kapal hanya 15 armada, bertambah hingga puluhan ketika momentum Lebaran. Jika beroperasi semua, ada 23 kapal.


"Mereka beroperasi pagi dan sore ketika ada lonjakan penumpang seperti hari raya dan jumlah kapal bertambah," jelasnya.


Iwan mengungkapkan, arus transporasi laut tidak sepadat jalur darat. Namun, momentum tersebut bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Meski begitu, pihaknya tidak membuat pos pengamanan meski ada peningkatkan penumpang.




Untuk pos pengamanan tidak ada. Saya rasa jalur perairan laut aman," ungkapnya.


Operator Pelabuhan Mandangin Mohammad Jalil menyampaikan, rute kapal di Pelabuhan Mandangin berasal dari Kabupaten Sampang dan Probolinggo.




Sejauh ini penumpang yang hilir mudik terbilang normal, yakni sekitar 120 hingga 150 penumpang untuk 12 kapal. Jumlah penumpang bisa bertambah tiga kali lipat saat puncak mudik Lebaran.


"H-1 Lebaran biasanya meningkat karena mayoritas dari perantauan pulang," pungkasnya. (Mukrim)