PM Spanyol Bela Lamine Yamal usai Dikecam Israel karena Kibarkan Bendera Palestina
Redaksi - Friday, 15 May 2026 | 12:26 PM


salsabilafm.com - Pemain muda Barcelona, Lamine Yamal, mendapat kecaman dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, setelah mengibarkan bendera Palestina saat parade kemenangan Barcelona. Namun, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, justru memberikan dukungan dan menyatakan bangga terhadap aksi pemain berusia 18 tahun tersebut.
Dilansir AFP, Jumat (15/5/2026), Pedro Sanchez menilai tindakan Lamine Yamal merupakan bentuk solidaritas yang juga dirasakan oleh banyak warga Spanyol terhadap Palestina.
"Lamine baru saja mengungkapkan solidaritas dengan Palestina yang dirasakan jutaan warga Spanyol. Alasan lain untuk bangga padanya," tulis Sanchez melalui akun X miliknya.
Sebelumnya, Israel Katz mengecam aksi Yamal dan menyebut pemain muda Barcelona itu telah "menghasut kebencian" terhadap Israel di tengah konflik yang masih berlangsung di Gaza.
"Saya berharap klub besar dan terhormat seperti Barcelona menjauhkan diri dari pernyataan ini dan memperjelas bahwa tidak ada tempat untuk hasutan atau dukungan terhadap terorisme," kata Katz dalam unggahan berbahasa Spanyol di media sosial X.
Katz juga menyinggung operasi militer Israel terhadap Hamas di Gaza dan mengaitkannya dengan aksi simbolik yang dilakukan Yamal saat parade juara klubnya.
Menanggapi kritik tersebut, Pedro Sanchez membela Yamal dan menyebut tudingan bahwa pengibaran bendera Palestina merupakan bentuk hasutan sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.
"Mereka yang berpikir bahwa mengibarkan bendera suatu negara adalah 'menghasut kebencian', mereka telah kehilangan akal sehat atau telah dibutakan oleh rasa malu mereka sendiri," tulis Sanchez.
Diketahui, Pedro Sanchez selama ini dikenal sebagai salah satu pemimpin Eropa yang cukup vokal mengkritik operasi militer Israel di Gaza. Dia bahkan pernah menyebut perang berkepanjangan di wilayah tersebut sebagai bentuk genosida.
Aksi Lamine Yamal sendiri memicu beragam reaksi di media sosial. Sebagian pihak menilai itu sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, sementara pihak lain menganggapnya sebagai tindakan yang sarat muatan politik di tengah konflik Israel-Palestina yang terus memanas. (*)
Next News

30 Siswa Sekolah Rakyat Pamekasan Bakal Ditempatkan di Sampang
11 hours ago

Mobil Dinas Diduga Dipakai Warga Sipil, Begini Tanggapan Kepala Bapperida Pamekasan
12 hours ago

Kunjungi KPID Jatim, Salsabila FM Perkuat Komitmen Penyiaran Sehat dan Transformasi Digital
12 hours ago

Korlantas Polri Tunda Operasi Patuh 2026, Konsen Hari Bhayangkara
2 days ago

Pemkab Pamekasan Perbaiki Data Penerima Bansos PKH, Kadinsos: 45 Persen Salah Sasaran
2 days ago

BGN Batasi Maksimal 6 Dapur MBG Per Kecamatan, Ini Kata Korwil SPPG Sumenep
2 days ago

Satgas MBG Bangkalan: Per Hari Ini Ada 14 Dapur Berhenti Sementara
2 days ago

Sejumlah Jabatan Strategis di Pemkab Sampang Kosong, BKPSDM Tunggu Proses dan Kemampuan Anggaran
2 days ago

PKL di Sampang Akan Dikenakan Retribusi, Proyeksi PAD Capai Rp32,1 Juta
2 days ago

Isi BBM Subsidi ke Jeriken Tak Sesuai Barcode, SPBU di Sampang Disanksi Pertamina
a day ago




