Penjangkauan Calon Siswa SR Sampang Capai 116 Orang, Target Rampung Juni
Ach. Mukrim - Saturday, 30 May 2026 | 05:36 AM


salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten Sampang terus melakukan penjangkauan calon peserta didik untuk Sekolah Rakyat (SR) Permanen yang akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru Juli mendatang.
Hingga Sabtu (30/5/2026), sebanyak 116 calon siswa telah menyatakan kesediaan untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Sampang. Selain menampung siswa asal Sampang, sekolah tersebut juga akan menerima peserta didik dari tiga kabupaten lain di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep.
Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sampang, Moh. Nasrun, mengatakan, proses penjangkauan masih terus dilakukan dengan target penyelesaian pada pekan ketiga Juni.
Menurutnya, kuota siswa dari Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep telah terpenuhi. Saat ini, fokus penjangkauan diarahkan kepada calon siswa asal Kabupaten Sampang yang memiliki porsi kuota lebih besar.
"Kuota siswa dari tiga kabupaten Madura Raya sudah terpenuhi. Tinggal Sampang karena kuotanya lebih banyak. Sampai saat ini, sudah sebanyak 116 calon siswa yang menyatakan kesediaan menjadi siswa SR Sampang," kata Nasrun.
Dia menjelaskan, penerimaan peserta didik di Sekolah Rakyat dilakukan melalui metode penjangkauan dengan memverifikasi data calon siswa yang masuk dalam desil 1 dan 2 pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data tersebut kemudian dicocokkan dengan kondisi riil di lapangan untuk memastikan program menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan rentan miskin, khususnya yang tidak bersekolah maupun putus sekolah.
Pada tahap awal, Sekolah Rakyat Permanen Sampang akan beroperasi dengan kapasitas 420 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 270 kursi dialokasikan untuk siswa asal Sampang pada jenjang SD, SMP, dan SMA.
Sementara itu, masing-masing 60 siswa berasal dari Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep sehingga total kuota peserta didik dari luar Sampang mencapai 180 orang.
"Hingga saat ini masih terdapat kekurangan 154 siswa yang menjadi target penjangkauan pemerintah daerah," papar Nasrun.
Nasrun mengatakan keikutsertaan siswa dari tiga kabupaten lain bersifat sementara sembari menunggu pembangunan Sekolah Rakyat permanen di masing-masing daerah rampung.
"Jumlahnya memang belum maksimal dibanding kapasitas yang direncanakan. Ini dilakukan secara bertahap agar proses pembelajaran tetap terkontrol sebelum nantinya ditingkatkan hingga kapasitas penuh," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Enam Korban Meninggal dalam Kecelakaan Virgo Transport 8
a day ago

Gunung Bromo Ditutup Total Akibat Kebakaran Hutan
a day ago

KM Virgo Transport 8 Miring di Perairan Masalembo, Satu Orang Tewas
a day ago

Madura United kalahkan PSS Sleman 3-1 di Maguwoharjo
a day ago

Laka Lantas Bus Dengan Motor di Blega Bangkalan Dua Orang Meninggal
a day ago

Kasus Kekerasan Seksual Anak Berulang, MUI Sampang Soroti Pengawasan dan Pendidikan Moral
a day ago

Basarnas Perluas Area Pencarian untuk Menemukan Jurnalis Hilang Kontak
2 days ago

Ayah di Bangkalan Ajak Anak 13 Tahun Curi Motor dan Ponsel untuk Kelabui Korban
2 days ago

Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Tak Berpotensi Tsunami
2 days ago

HCML Dukung Peningkatan Kompetensi Wartawan Melalui UKW
2 days ago



