Kamis, 26 Februari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Pemkab Sumenep Gelar Mudik Gratis bagi Perantau yang Mau Lebaran di Kampung

Redaksi - Wednesday, 25 February 2026 | 05:28 AM

Background
Pemkab Sumenep Gelar Mudik Gratis bagi Perantau yang Mau Lebaran di Kampung
Para pemudik asal Sumenep. ( Istimewa/)

salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur menggelar mudik gratis bagi warga asal kabupaten itu yang merantau di Jakarta dan hendak pulang ke kampung halamannya di Sumenep pada Idul Fitri tahun ini. 


"Program mudik gratis ini sebagai bentuk kehadiran pemerintah bagi warga Sumenep yang merantau dan ingin pulang ke kampung halamannya saat Lebaran," kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Jawa Timur, Selasa,(24/2/2026).


Fauzi menjelaskan, program mudik gratis dari Jakarta menuju Sumenep itu dijadwalkan pada 14 Maret 2026 sekitar pukul 05.30 WIB dari Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat menuju Pendopo Keraton Sumenep.


Warga yang hendak melakukan mudik, sambung dia, hendaknya segera mendaftarkan diri ke Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep dengan menyertakan kartu identitas diri.


"Silakan mendaftar mulai saat ini secara daring ke Dishub Pemkab Sumenep. Program ini gratis, tidak dipungut biaya sepeserpun," katanya.


Bupati menjelaskan, sebagai bentuk kepedulian, program mudik gratis ini juga untuk membantu warga yang kesulitan ekonomi.


"Karena terkadang ada perantau yang ingin pulang, akan tetapi karena terkendala biaya, mereka harus gagal berkumpul dengan sanak famili dan keluarganya saat Lebaran. Karena itu, program mudik gratis bagi perantauan ini kami gelar," katanya.


Apalagi, biaya transportasi juga terkadang cukup mahal, sehingga pemkab perlu memperhatikan mereka yang kesulitan uang transportasi.


"Dengan adanya program mudik gratis ini, warga perantauan dapat pulang ke Sumenep tanpa harus memikirkan biaya. Kami ingin memastikan masyarakat bisa berkumpul dengan keluarga tanpa terbebani ongkos perjalanan," katanya.


Sementara itu, jumlah armada bus yang dipersiapkan untuk program tersebut, menurut bupati, akan menyesuaikan dengan pendaftar.


"Kalau pada Lebaran tahun lalu, kami mengoperasikan sebanyak enam armada bus. Bisa saja tahun ini lebih dari enam bus, karena jumlah armada yang akan kami operasikan menyesuaikan dengan jumlah pendaftar," pungkasnya. (*)