Pelaku Pencabulan Anak di Pamekasan Ditangkap, Terancam 15 Tahun Penjara
Ach. Mukrim - Tuesday, 09 July 2024 | 05:03 PM


salsabilafm.com– Tim Opsenal Sakera Sakti Satreskrim Polres Pamekasan, Madura mengamankan pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur inisial S (24). Pelaku adalah warga Dusun Kebun, Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu.
Kasi Humas Polres Pamekasan, AKP Sri Sugiarto mengatakan, penangkapan ini merupakan hasil kerja cepat dan koordinasi yang baik antara anggota kepolisian dengan masyarakat.
Pihaknya menerima laporan pada tanggal 4 Juli 2024, dan segera menindaklanjuti kasus tersebut dengan melakukan pemeriksaan dan penyelidikan.
"Alhamdulillah pelaku berhasil kami amankan," kata AKP Sri Sugiarto, Selasa (9/7/2024).
AKP Sri Sugiarto menceritakan, pencabulan terhadap anak di bawah umur ini bermula saat korban mawar (inisial) bermain bersama teman-temannya di dekat rumahnya.
Kemudian datang pelaku dan mengajak korban berusia 8 tahun ini untuk lari mencari temannya hingga ke lahan kosong. Setelah sampai di lahan kosong tersebut, korban diajak pelaku untuk naik ke atas gubuk dan korban diminta untuk terlentang.
Selanjutnya pelaku menjalankan aksi bejatnya dengan mencabuli korban. Usai kejadian tersebut, korban pulang ke rumahnya sambil menangis
"Kemudian orang tua korban menanyakan kepada putrinya, apa yang telah terjadi, selanjutnya korban mengatakan bahwa korban telah dicabuli oleh pelaku," terangnya.
Adapun barang bukti yang diamankan Polres Pamekasan, di antaranya satu potong baju lengan pendek warna coklat motif corak putih, satu potong celana pendek warna coklat motif corak putih dan satu potong celana dalam warna pink kombinasi putih motif bunga-bunga.
Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 82 ayat (1) undang-undang RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 76E undang-undang RI No.35 tahun 2014 jo pasal 82 Perpu pengganti undang-undang No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang RI No.23 tahun 2002 sebagaimana undang-undang RI No.17 tahun 2016 tentang Perpu No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang atas pasal 290 KUH Pidana, penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.
"Kasus ini sangat kami prioritaskan mengingat dampaknya yang besar terhadap korban," tegasnya.
Dia mengimbau para orang tua untuk lebih waspada dan menjaga anak-anaknya dalam bermain dan bergaul. "Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan," pesannya. (*)
Next News

Injak Alquran saat Live Tiktok, Perempuan di Pamekasan Ditahan Polisi
3 days ago

Perawat Puskesmas di Sumenep Dibekuk Polisi, Diduga Simpan Sabu di Tas
3 days ago

Bendahara RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Ditetapkan Tersangka, Rugikan Negara Rp5 Milyar
3 days ago

Oknum Polisi di Sampang Dilaporkan ke Propam, Diduga Gelapkan Dokumen Kendaraan dan Uang Warga
3 days ago

Ketahuan Bawa Sabu, 2 Pria di Pulau Sapeken Sumenep Diamankan Polisi
16 days ago

Remaja 16 Tahun di Bangkalan Diduga Dihamili Kakek Sendiri
23 days ago

Pukul Tetangga Pakai Linggis hingga Tewas, Kakek di Sampang Terancam Penjara Seumur Hidup
a month ago

Polisi Temukan Puluhan Botol Miras di Toko Kelontong Sumenep
a month ago

3 Pemuda di Bangkalan Ditangkap Polisi saat Pesta Sabu
a month ago

Terungkap! Motif Pria Habisi Mertua di Sampang Gegara Suara Sound System
a month ago




