PBNU Sesalkan 5 Nahdliyin Bertemu Presiden Israel
Ach. Mukrim - Tuesday, 16 July 2024 | 11:38 AM


salsabilafm.com– Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Savic Ali menyesalkan lima Nahdliyin yang bertemu Presiden Israel Isaac Herzog. Kunjungan itu dinilai sebagai tindakan orang yang tak memahami geopolitik, tak mengerti kebijakan NU secara organisasi, serta perasaan seluruh warga NU.
Savic menegaskan, kunjungan kelima warga NU tidak atas nama organisasi. PBNU juga belum mengetahui atas dukungan pihak mana mereka berangkat ke Israel.
"Kemungkinan kunjungan mereka atas nama pribadi. Kita tidak tahu tujuannya apa dan siapa yang mensponsorinya. Ini tindakan yang disesalkan," katanya, Senin (15/7/2024).
Savic menambahkan, meskipun mengatasnamakan kunjungan pribadi, mereka dikenal sebagai warga dan bahkan aktivis NU. Hal itu akan memperburuk citra NU di mata publik. Padahal, sambungnya, sikap PBNU dan Nahdliyin sangat jelas sampai saat ini, yaitu berdiri di sisi Palestina dan mengecam agresi militer Israel.
"Israel sampai saat ini tak mengakui Palestina dan terus melakukan agresi militer yang memakan ribuan korban jiwa. Israel masih menjatuhkan bom dan peluru kepada warga Palestina. Korbannya banyak sekali, warga sipil," katanya.
Menurut Savic, PBNU saat ini sedang berkomunikasi intensif dengan Palestina untuk membahas situasi terkini. Bahkan, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bertemu dan berbincang secara khusus dengan Duta Besar Palestina Zuhair al-Shun di Gedung PBNU Lantai 3, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta pada Kamis (11/7/2024) lalu.
"Kemarin ada pertemuan antara Ketua Umum Gus Yahya dengan Dubes Palestina membicarakan perkembangan yang terjadi di Pelestina, apa yang bisa dilakukan oleh NU dalam konteks mendukung kemerdekaan Palestina dan menghentikan kekerasan yang terjadi terhadap rakyat Palestina," jelasnya.
Ketika ditanya soal sanksi dari PBNU kepada warga yang berkunjung ke Israel itu, Savic menjelaskan, kemungkinan PBNU akan mengklarifikasi terbelebih dahulu tujuan kunjungan mereka ke Israel.
"Tapi yang jelas, keberangkatan mereka sulit diterima karena melukai perasaan warga Nahdliyin. Tidak semestinya warga NU berkunjung ke Israel. Ini tindakan tidak paham geopolitik dan perasaan warga NU," tegasnya. (*)
Next News

Wilayah Madura Jadi Kawasan Terdampak Kekeringan Terparah di Jatim
5 hours ago

Sesar Aktif Melintasi Surabaya-Pasuruan-Bangkalan, Ini Potensi Magnitudonya
5 hours ago

4 Penutup Gorong-gorong di Trotoar Bangkalan Dicuri, Warga Khawatir Terperosok
5 hours ago

BAPENDA Sumenep Peringati Maulid Nabi, Tekankan Amanah dan Pelayanan Prima
7 hours ago

Kemenhut Segel Lokasi Karhutla, Temukan Penanaman Sawit Usai Api Padam
in 8 minutes

Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau
in 6 minutes

Miris Nama Gus Kautsar Dicatut di Buku "Islam Ala Prabowo Tanpa Idzin
a day ago

Perbaikan Jalan Swadaya Masyarakat Jadi Perhatian DPRD Sampang
a day ago

Inggris Berencana Reset Hubungan dengan Israel dan Dukung Palestina
a day ago

BGN Tutup 1.999 Dapur MBG yang Belum Daftar SLHS
a day ago




