Madura Masih Hujan, BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi hingga Akhir Pekan
Redaksi - Friday, 22 May 2026 | 06:58 AM


salsabilafm.com - Meski sebagian wilayah Jawa Timur mulai memasuki musim kemarau, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Madura dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini dipicu fenomena atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) yang masih memengaruhi cuaca di Jawa Timur.
Prakirawan Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya, Oky Sukma Hakim mengatakan, berdasarkan pantauan cuaca terbaru, sejumlah wilayah di Madura masih diguyur hujan sedang hingga lebat.
"Siang ini sebagian wilayah Madura terpantau hujan sedang hingga lebat. Masih ada hujan ringan di wilayah Sampang bagian utara dan Sumenep bagian utara. Meski sifatnya lokal, masih ada peluang hujan pada sore hingga malam hari," ujarnya.
Dia menjelaskan, pada esok hari potensi hujan juga masih terjadi di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep dengan intensitas ringan sampai sedang. Hujan diperkirakan turun mulai dini hari hingga sore hari.
Menurut Oky, masyarakat perlu memahami bahwa musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Pada periode awal kemarau, hujan masih bisa terjadi akibat sejumlah faktor atmosfer.
"Fenomena yang terjadi saat ini dipengaruhi Madden-Julian Oscillation atau MJO, yakni gelombang atmosfer berskala luas yang tidak hanya berdampak di Jawa Timur, tetapi juga wilayah lain seperti Bali," katanya, Jumat (22/05/2026).
BMKG memperkirakan potensi hujan di Madura masih berlangsung sekitar tiga hingga empat hari ke depan. Setelah itu, peluang hujan diprediksi mulai menurun drastis.
"Untuk empat hari ke depan, potensi hujannya sudah hampir tidak ada," ungkapnya.
Meski demikian, BMKG mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, petir, dan angin kencang yang masih berpeluang terjadi hingga akhir pekan, meskipun bersifat lokal.
"Peluangnya masih cukup besar sampai akhir pekan ini, walaupun tidak merata di seluruh wilayah Madura," tambahnya.
Terkait musim kemarau tahun ini, BMKG menyebut awal kemarau di Jawa Timur cenderung lebih mundur dibanding kondisi normal. Bahkan beberapa wilayah diperkirakan masih mengalami musim hujan hingga pertengahan Juni 2026.
"Sebagian besar Jawa Timur sebenarnya sudah masuk musim kemarau sejak Mei. Namun di awal kemarau masih wajar terjadi hujan. Diperkirakan seluruh wilayah Jawa Timur benar-benar masuk kemarau penuh pada akhir Juni," jelasnya.
BMKG juga memprediksi musim kemarau tahun ini cenderung lebih panjang dibanding normalnya, dengan durasi berkisar enam hingga tujuh bulan.
"Kami menghimbau masyarakat menjaga asupan nutrisi dan rutin beraktivitas karena perubahan suhu dan angin dapat mempengaruhi kondisi kesehatan," pungkasnya. (*)
Next News

Hanya Dihadiri 16 Anggota, Paripurna DPRD Sampang Kembali Ditunda
20 hours ago

Gara-gara Minta Uang, Pria di Sampang Diduga Pukul Ibu hingga Bakar Rumah
a day ago

Nahas! Pickup Tabrak Fuso Saat Diduga Menyalip, Tangan Pengemudi di Sampang Putus
a day ago

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Bangkalan
a day ago

Dapur Rumah Warga Kowel Terbakar, Api Merembet hingga Separuh Bangunan Rumah
2 days ago

Demo Kejari Sampang, Massa Desak Kasus BLUD RSMZ Segera Dituntaskan
2 days ago

Kecelakaan Dua Motor di Omben Sampang, Satu Pengendara Meninggal Dunia
3 days ago

Wagub Emil Tegaskan Tak Ada Keracunan MBG
3 days ago

500 Santri Keracunan MBG, Bupati Sidoarjo Sebut 31 SPPG Tak Berizin
3 days ago

Update Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo: 500 Pasien Ditangani di 8 Rumah Sakit
3 days ago



