Warga Sekitar Tumpukan Sampah di Pamekasan Diteror Nyamuk saat Malam Hari
Redaksi - Friday, 22 May 2026 | 10:29 AM


salsabilafm.com — Warga di sekitar tumpukan sampah di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mengeluhkan serangan nyamuk berukuran besar saat malam hari.
Salah seorang warga setempat, Hisairi (51), mengatakan, dirinya harus menyiapkan obat nyamuk dan cairan anti nyamuk setiap malam untuk menghindari gigitan nyamuk.
"Kalau malam, nyamuknya luar biasa menyerang. Tapi kami sudah kebal," kata Hisairi, Jumat (22/5/2026).
Menurut dia, jumlah nyamuk semakin banyak sejak sampah terus menumpuk di sekitar permukiman warga.
"Obat nyamuk dan cairan anti nyamuk kita siapkan setiap malam. Sebab, selain banyak, nyamuknya juga berukuran besar," ujarnya
Hisairi mengatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun. Dia menyebut warga sekitar tetap membuang sampah ke lokasi itu meski sudah ada larangan.
"Ya mau gimana lagi, semua warga membuang sampah ke sini dan tidak bisa dilarang," katanya.
Meski diserang nyamuk setiap malam, Hisairi mengaku sejauh ini belum ada warga yang terkena demam berdarah dengue (DBD). "Seolah warga di sini sudah kebal. Selama ini aman," ujarnya.
Menurut dia, tumpukan sampah di lokasi tersebut terus bertambah karena tidak pernah diangkut. Sampah terdiri dari plastik hingga limbah rumah tangga basah.
"Sebagian ada yang dibakar tapi hanya sebagian," tutur Hisairi.
Dia juga menilai upaya pembersihan yang dilakukan belum efektif. "Ya percuma kalau begitu. Sampah malah makin bertambah," katanya.
Tumpukan sampah tersebut disebut membentang di lahan sepanjang sekitar 50 meter di kawasan padat penduduk pesisir Branta.
Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan Supriyanto mengatakan, lahan tempat penumpukan sampah merupakan milik Syahbandar Branta.
Menurut dia, DLH sudah beberapa kali berkoordinasi untuk menangani persoalan sampah di lokasi tersebut, namun belum membuahkan hasil.
"Di sana bukan kewenangan kami. Meski kami sudah beberapa kali melakukan kerja bakti," ujar Supriyanto.
Dia mengatakan, persoalan sampah di Desa Branta Pesisir sudah beberapa kali dibahas di internal DLH. Dalam waktu dekat, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan Syahbandar.
"Kita akan coba bersurat ke Syahbandar di atasnya. Kita akan ajak kerja sama dalam pengelolaan sampah ini," pungkas Supriyanto.(*)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
16 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
16 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
18 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
18 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
18 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
18 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
18 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
3 days ago




