Ketua PCNU Sampang: Warga NU Harus Memiliki 4 Pondasi Utama
Ach. Mukrim - Friday, 22 May 2026 | 09:03 AM


salsabilafm.com - Nahdlatul Ulama terus memperkuat kaderisasi dan penguatan nilai-nilai Aswaja di tingkat akar rumput. Hal itu tampak dalam kegiatan NUSANTARA (NU Sampang Menata Ranting) yang digelar di Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates, Jumat (22/6/2026).
Ketua PCNU Sampang, KH M Itqon Busiri menegaskan, menjadi warga NU tidak cukup hanya sebatas identitas atau pengakuan semata. Menurutnya, warga Nahdliyin sejati harus memiliki empat fondasi utama, yakni Amaliyah, Fikroh, Harokah, dan Ghiroh.
"NU bukan sekadar nama organisasi, tetapi harus tercermin dalam cara beribadah, berpikir, bergerak, dan semangat menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah," ungkapnya di hadapan peserta kegiatan.
Kiai Itqon menjelaskan, amaliyah berkaitan dengan praktik ibadah dan tradisi Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah seperti tahlil, istighasah, maulid, dan amalan keagamaan lainnya yang diwariskan para ulama. Sementara Fikroh merupakan pola pikir moderat, toleran, dan bijaksana dalam menghadapi persoalan umat maupun kebangsaan.
Selain itu, Harokah dimaknai sebagai gerakan nyata dalam bidang dakwah, sosial, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Sedangkan Ghiroh merupakan semangat menjaga serta mencintai NU, ulama, dan tradisi perjuangannya.
"NU harus hadir dalam perilaku, pemikiran, dan perjuangan warganya, bukan sekadar simbol organisasi," ujarnya.
Selain membahas penguatan nilai ke-NU-an, Kiai Itqon turut mengingatkan pentingnya komitmen warga Nahdliyin terhadap keutuhan bangsa dan kebhinnekaan. Menurutnya, sejak berdiri, NU memiliki peran besar dalam menjaga persatuan nasional dan merawat harmoni di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
"Warga NU harus hadir menjaga Islam yang damai, memperkuat persatuan, dan merawat kebhinnekaan sebagai kekuatan bangsa," tegasnya.
"Melalui forum ini, kami berharap pengurus ranting dan warga Nahdliyin mampu menjadi kader yang aktif, istiqamah, serta siap menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di tengah tantangan zaman yang terus berkembang," imbuhnya.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus PCNU Sampang, pengurus MWC-NU Banyuates, serta unsur Syuriah dan Tanfidziyah PR-NU Desa Tapaan. Sekitar 40 peserta mengikuti acara dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. (*)
Next News

Kantor Imigrasi Pamekasan Deportasi 5 WNA Asal Malaysia dan Pakistan
in 5 hours

Lahan Tembakau di Pamekasan Dirusak OTK, Petani Rugi Rp6,5 Juta
in 5 hours

Desak Polisi Tangkap 27 Pelaku Rudapaksa Anak, DPRD Sampang: Itu Tindakan Biadab
in 5 hours

Gerakan Indonesia Asri 2026 Diluncurkan di Sampang, Dorong Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan
a day ago

Aktivis Perempuan Desak Polisi Tangkap 15 Terduga Pelaku Rudapaksa Anak yang Buron
a day ago

Pelajar di Sampang Tewas, Diduga Korban Tabrak Lari
a day ago

Berkedok Arisan Online, IRT di Bangkalan Tipu Korban hingga Puluhan Juta
2 days ago

Polisi Gelar Sayembara Rp20 Juta untuk Tangkap Terduga Pembunuh ASN Bangkalan
2 days ago

Penemuan Mayat Perempuan di Persawahan Gegerkan Warga Sumenep, Polisi Lakukan Penyelidikan
2 days ago

Petani Tembakau di Sampang Kejar Kualitas, Disperta: Gunakan Pupuk Secukupnya
2 days ago





