Sabtu, 16 Mei 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Mr X yang Meninggal di Jembatan Laris Sampang Akhirnya Terungkap

Ach. Mukrim - Saturday, 16 May 2026 | 07:43 AM

Background
Mr X yang Meninggal di Jembatan Laris Sampang Akhirnya Terungkap
Perwakilan keluarga korban, petugas medis RSUD dr.Mohammad Zyn Sampang tengah mempersiapkan pemulangan jenazah Mohammad Aldi. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Identitas korban tewas yang diduga mengalami kecelakaan tunggal di sekitar Jembatan Laris, Jalan Wahid Hasyim, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, akhirnya terungkap.


Korban sebelumnya sempat berstatus Mr X setelah ditemukan tergeletak di tengah jalan pada Jumat (15/05/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.


Humas RSUD dr Mohammad Zyn Sampang (RSMZ), Amin Jakfar membenarkan bahwa pihak keluarga telah datang ke rumah sakit untuk memastikan identitas korban.



Korban diketahui bernama Mohammad Aldi (17), seorang pelajar sekaligus santri aktif asal Dusun Gayam, Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.


Korban merupakan putra dari pasangan Asmad (35) dan Tumiyah (32). Berdasarkan keterangan keluarga, Aldi saat ini tengah menimba ilmu di salah satu pondok pesantren di salah satu desa di Kecamatan Omben, Sampang.


"Iya benar, korban warga Kecamatan Camplong, jenazahnya baru saja diambil oleh pihak keluarga," ujar Amin Jakfar, Jumat (15/05/2026) malam.




Amin menjelaskan, identitas korban mulai terungkap setelah seorang perangkat Desa Tambaan bernama Moh Holik mengenali foto korban yang beredar di sejumlah grup WhatsApp.


"Untuk memastikannya, pak Sekdes ini datang ke rumah sakit. Setelah dipastikan itu warganya, kemudian langsung menghubungi pihak keluarga korban," jelas Amin. 




Sebelumnya, polisi kesulitan mengungkap identitas korban. Sebab,  tidak ditemukan kartu identitas maupun barang pribadi seperti telepon genggam di tubuh korban.


Sementara itu, Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah korban meninggal murni akibat kecelakaan tunggal atau terdapat faktor lain.


"Anggota masih minta keterangan saksi, sebab seharian ini cari saksinya baru ketemu. Jadi, masih dalam penyelidikan," katanya.




Polisi juga belum meminta keterangan dari orang tua korban, karena keluarga masih dalam suasana duka.


"untuk memastikan terkait status korban sebagai santri mohon maaf kami belum meminta keterangan dari orang tuanya karena masih dalam keadaan berduka," ujarnya.




Eko meminta agar informasi yang beredar di luar keterangan resmi penyidik tidak langsung dijadikan kesimpulan.


"Kalau info di luar seperti itu, tapi saya tetap berpegang pada keterangan resmi petugas atau penyidik yang menangani," tambahnya.


Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, korban diduga melaju dari arah timur bersama teman-temannya menggunakan sepeda motor.




Namun saat melintas di lokasi kejadian, kondisi jalan diketahui masih basah usai hujan deras. Korban diduga terjatuh atau tergelincir dari kendaraannya. Warga yang pertama kali menemukan korban mendapati Aldi sudah dalam kondisi tidak sadar di tengah jalan.


Salah satu saksi bernama Angga mengaku melihat korban telah terjatuh saat dirinya melintas di lokasi. Warga kemudian mengevakuasi korban ke pinggir jalan sebelum dibawa ke RSUD dr Mohammad Zyn Sampang menggunakan ambulans.




"Teman-teman korban sempat mengaku akan mencari ambulans, namun setelah itu mereka tidak kembali ke lokasi," ungkap Eko.


Kasus ini sempat membuat warga sekitar kebingungan lantaran sepeda motor yang diduga dikendarai korban tidak ditemukan di lokasi kejadian. Selain itu, rekan-rekan korban juga disebut meninggalkan lokasi secara tiba-tiba.


Hingga kini, polisi masih mendalami kemungkinan adanya unsur lain di balik peristiwa tersebut. Petugas telah melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi, serta mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.




"Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian ini," pungkasnya. (Mukrim)