Penjaringan Sekolah Rakyat di Sampang Masih Berjalan, Prioritas Anak Keluarga Miskin
Ach. Mukrim - Friday, 15 May 2026 | 07:08 AM


salsabilafm.com - Program Sekolah Rakyat (SR) Jatim 1 di Kabupaten Sampang masih memasuki tahap penjangkauan calon siswa. Hingga saat ini, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) setempat belum dapat memastikan jumlah anak yang akan bergabung dalam program tersebut.
Sekretaris Dinsos PPPA Kabupaten Sampang, Muhammad Nasrun, mengatakan, proses penjaringan dimulai sejak April 2026 melalui tahapan sosialisasi. Memasuki awal Mei, petugas mulai melakukan verifikasi lapangan terhadap data penerima dari pusat sekaligus asesmen calon siswa.
Menurutnya, program Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2, khususnya mereka yang tidak sekolah maupun putus sekolah.
"Untuk saat ini kami masih belum bisa menyebutkan jumlah calon siswa karena prosesnya masih berjalan. Penjangkauan masih dilakukan dan kemungkinan hasilnya baru bisa diketahui dalam waktu sekitar satu bulan ke depan," katanya, Jum'at (15/5/2026).
Dia mengungkapkan, berdasarkan data awal yang diterima pemerintah daerah, terdapat sekitar 97 ribu anak usia 7 hingga 21 tahun yang masuk kategori sasaran program. Namun, data tersebut masih harus disinkronkan dengan sistem Dapodik dan EMIS agar tidak terjadi tumpang tindih dengan siswa aktif di sekolah formal di bawah Kemendikbud maupun Kemenag.
"Kami memastikan proses pendataan dilakukan secara langsung melalui kunjungan door to door oleh petugas pendamping sosial. Langkah ini penting agar program benar-benar menyasar anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan," ungkapnya.
Nasrun menambahkan, hingga kini belum ada calon siswa yang resmi mendaftar maupun menyatakan minat mengikuti Sekolah Rakyat. Sebab, tahapan yang berjalan masih fokus pada penjangkauan dan validasi data.
Proses penjaringan dijadwalkan berlangsung hingga awal Juni, sebelum nantinya dilanjutkan ke tahapan rekrutmen dan registrasi ulang yang ditargetkan rampung pada Juli mendatang.
"Melalui program ini, kami berharap angka anak tidak sekolah di Kabupaten Sampang dapat ditekan sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat miskin," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
20 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
20 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
20 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
20 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
20 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
20 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
20 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
20 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
20 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
2 days ago





