5 Ekor Sapi Mati Mendadak di Kepulauan Sumenep, Diduga Terdampak Virus PMK
Redaksi - Friday, 15 May 2026 | 07:20 AM


salsabilafm.com - Sebanyak lima ekor sapi di Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dilaporkan mati dalam sepekan terakhir.
Kematian hewan ternak tersebut diduga akibat serangan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang muncul menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Hasyim, warga Dusun Toggung, Desa Pancor, mengatakan, sapinya mati setelah mengalami sakit misterius. Menurut dia, gejala penyakit muncul mendadak.
Dia menjelaskan, awalnya sapi tidak mau makan, mulut mengeluarkan busa, tubuh lemas, sulit berdiri, dan lebih sering rebah di tanah.
"Banyak peternak panik karena kematian sapi terjadi dalam waktu berdekatan," kata Hasyim, Jumat (15/5/2026).
Hasyim menyebut kasus ini menjadi perhatian warga karena baru pertama kali terjadi menjelang Iduladha.
Saat wabah PMK merebak secara nasional beberapa tahun lalu, Pulau Sapudi yang dikenal sebagai sentra sapi di Madura relatif aman dan tidak terdampak besar.
Menurut Hasyim, puluhan sapi lainnya masih menjalani perawatan karena mengalami gejala serupa. Warga khawatir penyakit cepat menular antarternak dan terus menyebar ke kandang lain.
Suwatma, peternak lainnya, mengaku dua sapi miliknya jatuh sakit sehari setelah dirinya membantu warga memakamkan sapi mati karena penyakit serupa.
"Besok paginya dua sapi saya langsung sakit semua," ujarnya.
Suwatma mengatakan, selama ini sapi miliknya tidak pernah bercampur dengan ternak lain karena dipelihara di kandang sendiri. Dia menduga, virus menyebar melalui lingkungan kandang atau kontak antarpeternak.
Sejumlah warga mencoba pengobatan tradisional dengan memberi minum air kelapa dan larutan tertentu kepada sapi yang sakit.
Sebagian lainnya berharap tenaga kesehatan hewan segera datang membantu penanganan. Bagi warga Pulau Sapudi, sapi bukan sekadar ternak, tetapi tabungan keluarga dan sumber ekonomi utama. Karena itu, kematian sapi menjadi pukulan berat bagi peternak.
Sementara itu, dokter hewan di Pulau Sapudi, drh. Fafan, memastikan bahwa penyakit yang menyerang sapi warga merupakan PMK.
"Sejak tahun 2022 penyakit ini sudah ada, tapi saat itu di Pulau Sapudi belum terdampak," katanya.
Fafan menjelaskan, virus PMK sangat mudah menular, baik melalui hewan lain maupun manusia.
"Virus PMK ini menularnya capat, bisa melalui tikus, lalat dan manusia," pungkasnya.(*)
Next News

Terseret Kasus Dugaan Perselingkuhan, Kapus Robatal Sampang Terancam Dipecat
18 hours ago

Fasilitas Pantai Camplong Tak Terawat, Disporabudpar Soroti Tanggung Jawab Pengelola
18 hours ago

SDN di Bangkalan Bakal Dibongkar untuk Sekolah Rakyat, Siswa Belajar di Teras Rumah
18 hours ago

Pantai Slopeng Sumenep Dipilih Jadi Lokasi Puncak Hari Jadi Jatim ke-81
18 hours ago

Kadindik Jatim Nilai Wacana Tidak Otomatis Naik Kelas Dorong Murid Lebih Giat Belajar
11 hours ago

OTT di BNPB, KPK Amankan 14 Orang dan Sita Uang Rp1,4 Miliar
11 hours ago

Kecelakaan Innova Vs N-Max di Jalan Raya Camplong Sampang, 3 Orang Dilarikan ke RSUD
11 hours ago

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Penyuluh KB Sampang Salurkan 15 Tangki Air Bersih
2 days ago

KPM PKH Sampang Diminta Teken Pernyataan Bermaterai, Moh Hakim: Benar Ada Surat Tersebut
2 days ago

Dugaan TPPO PMI Asal Sampang: Dijanjikan Kerja di Dubai, Berakhir di Libya
2 days ago





