Konflik Meluas, Warga Sampang di Timur Tengah Diminta Segera Merapat ke Kedutaan
Ach. Mukrim - Wednesday, 04 March 2026 | 03:57 AM


salsabilafm.com - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mengeluarkan imbauan darurat bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sampang yang berada di wilayah konflik Timur Tengah. Hal ini merespons eskalasi ketegangan militer antara Amerika, Israil dan Iran yang kian meluas.
Kepala Disnaker Sampang, Asroni, meminta seluruh warga Sampang yang berada di negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Bahrain, hingga Iran untuk segera melaporkan keberadaan mereka ke perwakilan pemerintah Indonesia.
"Kami menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Sampang yang keluarganya bekerja di daerah konflik untuk segera mendaftarkan diri ke KJRI atau Kedutaan terdekat dengan membawa dokumen lengkap," katanya, Rabu (4/3/2026).
Asroni menegaskan, langkah ini sangat krusial sebagai upaya mitigasi jika pemerintah pusat memberikan instruksi evakuasi atau pergeseran warga negara ke wilayah yang lebih aman.
Tak hanya bagi PMI di luar negeri, pihaknya juga meminta pihak keluarga di Sampang untuk aktif memberikan informasi. Warga diminta melapor ke Kantor Disnaker dengan membawa data identitas kerabat yang berada di zona merah.
"Bagi warga yang di sini (Sampang), segera informasikan ke kami data lengkap keluarganya yang ada di sana. Ini penting untuk mempermudah komunikasi jika sewaktu-waktu ada perintah dari pemerintah pusat untuk melakukan evakuasi," tuturnya.
Asroni meminta masyarakat tetap tenang namun waspada dalam memantau situasi melalui portal resmi maupun kontak darurat yang disediakan KBRI di masing-masing negara.
Asroni juga menjamin pemerintah akan tetap memberikan pendampingan dan perlindungan terhadap seluruh keberadaan PMI baik non-prosedural atau ilegal di tengah situasi darurat ini. Namun, dia memberi catatan tegas agar kejadian ini menjadi pelajaran di masa depan.
Hingga saat ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memantau keselamatan warga di tengah ancaman serangan rudal dan gangguan keamanan di kawasan Teluk dan sekitarnya.
"Apapun statusnya, selama dia WNI asal Sampang, kami siap membantu dan mendampingi. Tapi bagi yang ilegal, kami harapkan ke depan tidak lagi berangkat secara tidak resmi karena sangat berisiko, terutama saat terjadi konflik seperti sekarang," pungkas Asroni. (Mukrim)
Next News

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kalahkan Thailand lewat Adu Penalti
4 hours ago

Jalan di Bangkalan Baru Diperbaiki, Warga Keluhkan Sisa Material Pasir
21 hours ago

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI
a day ago

50 Persen Penduduk Ditargetkan Terdata dalam Perlinsos Digital
a day ago

PMI Asal Bangkalan Dipulangkan Usai Meninggal di Malaysia
a day ago

Polisi Panggil SDM PKH Terkait Bansos Viral di Batuporo Timur
a day ago

Kasus PKH Batuporo Timur Masuki Babak Baru, Polisi Panggil Sejumlah Pihak Terkait
a day ago

Parkir AGN Gunakan Trotoar, DPRD Sampang: Tidak Dibenarkan Karena untuk Pejalan Kaki
a day ago

Oknum Guru SD di Sumenep Ditangkap Polisi, Diduga Cabuli Murid Saat Ambil Ijazah
2 days ago

BMKG Ingatkan Warga Sumenep Waspadai Perubahan Cuaca
2 days ago





