Sabtu, 14 Februari 2026
Salsabila FM
Life Style

Ketika Hobi Tak Perlu Masuk Akal

Redaksi - Saturday, 14 February 2026 | 09:00 AM

Background
Ketika Hobi Tak Perlu Masuk Akal
Ketika Hobi Tak Perlu Masuk Akal ( Istimewa/)

Hobi Unik: Saat Isi Kepala Manusia Jauh Lebih Menarik daripada Sekadar Healing ke Kafe

Kalau kita lagi kumpul bareng teman baru atau lagi terjebak di sesi perkenalan kantor, pertanyaan "Apa hobi kamu?" pasti bakal muncul. Biasanya, jawaban yang keluar nggak jauh-jauh dari nonton Netflix, dengerin musik, atau kalau mau agak kerenan dikit, bilangnya naik gunung. Standar banget, kan? Ibarat menu di warung penyetan, itu mah paket ayam goreng yang semua orang sudah tahu rasanya.

Tapi, kalau kita mau sedikit ngintip lebih dalam ke isi kepala orang-orang di sekitar kita, ternyata banyak yang punya cara "healing" yang jauh lebih absurd sekaligus menarik. Hobi unik ini sering kali dianggap aneh oleh orang awam, tapi buat pelakunya, ini adalah oase di tengah gempuran deadline dan ekspektasi hidup yang makin nggak masuk akal. Hobi-hobi ini bukan cuma soal ngisi waktu luang, tapi soal bagaimana manusia merayakan keunikan—atau bahkan kegilaan—mereka sendiri.

Seni Mengoleksi Hal-hal yang Dianggap Sampah

Ada satu hobi yang mungkin bagi sebagian orang dianggap "nyampah", tapi buat pelakunya, ini adalah harta karun. Pernah nggak kamu ketemu orang yang hobinya simpan struk belanja dari lima tahun lalu? Atau mungkin koleksi bungkus permen yang desainnya lucu? Di mata orang normal, itu adalah sampah yang harus segera masuk tong. Tapi buat mereka, itu adalah arsip memori.

Hobi mengoleksi benda-benda remeh ini punya kepuasan tersendiri. Ada sensasi "berburu" saat mereka menemukan satu item yang belum mereka punya. Misalnya, kolektor tutup botol kaca atau etiket teh celup. Mereka nggak butuh validasi dari sosial media lewat foto estetik. Mereka cuma butuh satu kotak sepatu untuk menyimpan "dunia" mereka. Memandang koleksi itu rasanya kayak melihat timeline hidup yang nggak bisa dibeli pakai uang. Aneh? Mungkin. Menarik? Jelas.

Menyetrika di Tempat yang Nggak Masuk Akal

Pernah dengar soal Extreme Ironing? Jujur aja, ini adalah salah satu hobi paling absurd yang pernah ada di muka bumi. Bayangkan, ada orang yang sengaja naik ke puncak gunung, terjun payung, atau masuk ke dalam air sambil bawa papan setrika dan baju. Tujuannya? Ya buat nyetrika di sana. Kedengarannya kayak kerjaan orang kurang kerjaan, ya?

Tapi kalau kita lihat dari kacamata yang berbeda, ini adalah bentuk sarkasme terhadap rutinitas domestik yang membosankan. Hobi ini menggabungkan adrenalin olahraga ekstrem dengan kegiatan rumah tangga yang paling malas dilakukan orang. Pesan tersiratnya mungkin begini: "Hidup ini sudah berat, ayo kita bikin kegiatan yang membosankan jadi sesuatu yang luar biasa." Nggak ada yang salah dengan itu, selama bajunya nggak gosong pas dibawa terjun payung.

Hobi yang Melibatkan Makhluk (Nggak) Hidup

Bergeser ke hobi yang agak sedikit bikin bulu kuduk merinding tapi estetik: taksidermi atau mengawetkan serangga. Kalau dulu hobi ini identik dengan laboratorium biologi yang bau formalin, sekarang anak muda urban mulai meliriknya sebagai bentuk seni. Menata sayap kupu-kupu atau kumbang di dalam bingkai kayu yang cantik sekarang jadi tren hobi yang mahal.

Ada ketenangan tersendiri saat seseorang duduk berjam-jam dengan pinset dan kaca pembesar, mencoba memastikan kaki seekor serangga nggak patah saat ditempel. Ini soal kesabaran dan apresiasi terhadap detail alam yang sering kita injak-injak tanpa sadar. Hobi ini mengajarkan kita bahwa kematian pun bisa diabadikan jadi sesuatu yang indah, asal kita tahu cara menatanya.

Cloud Watching dan Menghitung Pesawat

Di era di mana semua orang sibuk nunduk natap layar HP demi mengejar FYP, ada sekelompok orang yang memilih untuk mendongak ke langit. Hobi cloud watching alias memperhatikan awan mungkin terdengar sangat "pengangguran vibes". Tapi jangan salah, ada kepuasan filosofis saat kamu bisa membedakan mana awan Cumulonimbus yang mau bawa badai dan mana awan Cirrus yang cuma numpang lewat.

Mirip dengan itu, ada hobi plane spotting. Orang-orang ini rela nongkrong di pinggir pagar bandara cuma buat motret pesawat yang landing atau take off. Mereka hafal jenis mesin, nomor registrasi, sampai rute penerbangannya. Buat mereka, deru mesin jet itu musik, dan bodi pesawat itu karya seni berjalan. Ini adalah hobi yang sangat personal dan jauh dari kebisingan tren masa kini yang serba cepat.

Kenapa Kita Butuh Hobi yang "Aneh"?

Mungkin muncul pertanyaan di benak kita, "Ngapain sih repot-repot punya hobi yang nggak menghasilkan uang atau nggak bikin kita kelihatan keren di Instagram?" Jawabannya sederhana: Karena kita butuh pelarian yang jujur. Dunia sudah terlalu penuh dengan standar "keren" yang seragam. Kita dipaksa suka hal yang sama, pakai baju yang sama, dan nongkrong di tempat yang sama.

Punya hobi unik adalah cara kita bilang ke dunia kalau kita punya kendali atas kegembiraan kita sendiri. Nggak masalah kalau orang lain nggak paham kenapa kamu suka ngumpulin pasir dari setiap pantai yang kamu kunjungi. Nggak masalah kalau temanmu bingung kenapa kamu bisa betah berjam-jam ngatur posisi lumut di dalam akuarium (aquascaping). Selama hal itu nggak merugikan orang lain dan bikin kesehatan mentalmu terjaga, sikat terus!

Hobi unik adalah bentuk self-love yang paling murni. Di sana nggak ada kompetisi, nggak ada algoritma yang harus dikejar, dan nggak ada komentar netizen yang perlu dipikirkan. Cuma ada kamu dan minatmu yang mungkin nggak masuk akal bagi orang lain, tapi sangat masuk akal bagi kebahagiaanmu.

Jadi, kalau besok-besok ada yang tanya hobimu apa, jangan ragu buat jawab sejujurnya. Kalau hobimu adalah menghitung jumlah semut yang lewat di teras rumah sambil dengerin lagu keroncong, ya katakan saja. Siapa tahu, di balik jawaban jujur itu, kamu bakal ketemu orang dengan "kegilaan" yang sama. Lagipula, bukankah hidup ini jadi jauh lebih seru karena kita semua sedikit aneh dengan cara kita masing-masing?