Jumat, 13 Februari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Bayi yang Dibuang di Sumenep Alami Luka Robek di Leher

Redaksi - Friday, 13 February 2026 | 12:55 PM

Background
Bayi yang Dibuang di Sumenep Alami Luka Robek di Leher
Bayi yang ditemukan di halaman rumah dirawat di RSUD Sumenep. ( Istimewa/)


salsabilafm.com – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep tengah melakukan perawatan intensif terhadap seorang bayi perempuan yang ditemukan warga dalam kondisi luka robek di leher dan pergelangan tangan pada Kamis (12/2/2026). Bayi tersebut ditemukan tergeletak di halaman rumah warga di Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, dengan kondisi tali pusar yang belum terpotong dan bersimbah darah.


Bayi tersebut saat ini sedang menjalani prosedur debridement atau pembersihan jaringan untuk menangani luka-lukanya. Berdasarkan diagnosa medis, terdapat luka terbuka yang cukup serius pada tubuh bayi yang baru lahir tersebut.


"Kami menerima bayi itu dalam kondisi tidak stabil karena ada luka robek di leher sepanjang 3 cm, kemudian di pergelangan tangan 4 cm," kata Kasi Informasi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Erfin Sukayanti, Kamis (12/2/2026).


Meski sempat mengalami masa kritis saat pertama kali tiba di rumah sakit, tim medis memastikan bahwa penanganan cepat telah membuahkan hasil positif. 


"Alhamdulillah kondisi bayi sekarang ini sudah membaik dan stabil," ujar Erfin. 


Peristiwa ini pertama kali menggegerkan warga Desa Kolor pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Tak butuh waktu lama bagi aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan di lokasi kejadian hingga akhirnya berhasil mengungkap identitas orang tua bayi yang dibuang tersebut.


Polres Sumenep telah mengamankan seorang wanita berinisial PW (23) yang teridentifikasi sebagai ibu kandung sang bayi. PW ditemukan berada di dalam rumahnya, tak jauh dari lokasi penemuan bayi, dalam kondisi fisik yang memprihatinkan.


Kasi Humas Polres Sumenep, Kompol Widiarti S, menyatakan, saat ini pihak kepolisian belum bisa menggali keterangan lebih dalam dari terduga pelaku. Faktor kesehatan PW yang menurun drastis pasca-persalinan tanpa bantuan medis menjadi kendala utama proses pemeriksaan.


"Belum bisa kami periksa lebih lanjut, karena masih dalam perawatan intensif tim medis RSUD," ucap Widiarti S. 


PW dilaporkan mengalami perdarahan hebat setelah melahirkan, sehingga harus mendapatkan penanganan medis berdampingan dengan bayinya di rumah sakit yang sama.


Polisi masih berjaga di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep untuk menunggu kondisi PW stabil sebelum melanjutkan proses hukum guna mengungkap motif di balik tindakan keji tersebut. (*)