Warga Sampang Keluhkan Tegangan Listrik Tak Stabil, Peralatan Elektronik Rusak
Syabilur Rosyad - Thursday, 12 February 2026 | 08:12 AM


salsabilafm.com – Warga Dusun Junglorong, Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengeluhkan buruknya kualitas layanan listrik di wilayahnya. Mereka mengaku bertahun-tahun listrik di wilayahnya tidak normal dan tidak mencapai standart 220 volt. Bahkan, pada malam hari, tegangan listrik turun hingga sekitar 150 volt atau kurang.
Menurunnya daya listrik dinilai sangat merugikan aktivitas masyarakat, terutama lembaga pendidikan. Selain mengganggu kegiatan belajar, kondisi itu juga menyebabkan sejumlah peralatan elektronik warga rusak.
KH. Muhlas Fadil, tokoh agama setempat, mengatakan, menurunnya voltase listrik dirasakan hampir setiap hari. Lampu pada malam hari sering kedap-kedip, meteran listrik kerap mati secara tiba-tiba. Bahkan, ada kabel yang meleleh akibat tidak stabilnya aliran listrik.
"Voltase listrik tak normal, apalagi malam hari. Bahkan banyak barang elektronik seperti televisi, kulkas, mesin cuci, kipas angin sampai AC rusak dan tak bekerja secara maksimal," keluhnya, Kamis (12/02/2026).
Kiai yang juga menjabat sebagai Sekretaris MUI Kabupaten Sampang itu menilai PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sampang kurang serius menyelesaikan keluhan pelanggan.
Dia mengaku sudah berulang kali melapor ke PLN, termasuk mendatangi langsung kantor layanan. Bahkan, menurutnya, pemerintah desa dan seorang anggota dewan juga telah menyampaikan laporan resmi.
"Dari dulu kami sudah lapor berkali-kali. Pihak desa pun secara resmi sudah melapor ke PLN. Bahkan ada anggota dewan yang juga sudah melapor, tapi hasilnya hingga kini masih belum ada tindak lanjut," ucapnya.
Kiai Muhlas mempertanyakan kinerja PLN karena tegangan listrik yang disalurkan seharusnya sebesar 220 volt, namun realisasinya hanya sekitar 150 volt bahkan kurang.
"Ini juga menjadi permasalahan pelanggan selama ini. Kami bayar tagihan dengan standar voltase normal, sementara yang kami nikmati jauh dari standar," tegasnya.
Dia berharap PLN tidak menutup mata terhadap laporan warga dan segera mengambil langkah cepat mengatasi gangguan listrik yang berkepanjangan tersebut.
Kiai Muhlas juga berharap Pemerintah Kabupaten Sampang turut memberi perhatian serius terhadap keluhan masyarakat, dan memastikan ketersediaan listrik yang memadai.
"Harapan besar dari kami, kondisi daya listrik bisa normal seperti di tempat lain. Sehingga tak ada lagi kerusakan alat elektronik yang otomatis sangat merugikan warga," pungkasnya.
Menanggapi itu, Manager ULP PLN Sampang, Redi Ramadhan, menyampaikan, pihaknya telah menerima laporan warga dan melakukan komunikasi serta survei di lokasi.
"Tim sudah bertemu kemarin dengan Pak Kiai. Laporan per tanggal 4 Februari minggu lalu sudah kami terima dan tindak lanjuti," ujarnya.
Menurut Redi, proses perbaikan memang tidak bisa dilakukan secara instan. Sebab, hal itu berkaitan dengan aspek teknis dan ketersediaan material.
"Pada prinsipnya akan kita perbaiki. Kalau material minggu ini tiba sesuai yang sudah kami usulkan untuk perbaikan di lokasi, maka minggu ini kita kerjakan. Tapi kalau material belum ada, ya kita menunggu dulu," jelasnya.
Dia menegaskan, PLN telah melakukan survei dan mengusulkan kebutuhan material untuk perbaikan jaringan di wilayah tersebut. Saat ini, tahapan yang tersisa adalah menunggu ketersediaan material.
"Intinya sudah komunikasi, sudah survei, sudah diusulkan. Prosesnya memang bertahap, tidak bisa instan. Tapi tetap kami usahakan secepatnya," tutupnya. (Syad)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
18 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
18 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
18 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
18 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
18 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
19 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
19 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
19 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
19 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
2 days ago





