Kecam Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi', PPMI: Hentikan Segala Intimidasi
Redaksi - Saturday, 16 May 2026 | 09:38 AM


salsabilafm.com - Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Nasional mengecam keras pembubaran nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter 'Pesta Babi' yang dilakukan oknum TNI di berbagai daerah. PPMI menilai pembubaran film karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale dengan alasan kondusifititas dapat memecah belah publik.
Ach. Zainuddin, Sekjen PPMI Nasional mengecam tindakan pembubaran film pesta babi di berbagai daerah. Menurut dia, pembubaran nobar film 'Pesta Babi' merupakan tindakan yang mencoreng demokrasi. Sebab, negara demokrasi harus memberikan ruang kebebasan yang telah di jamin dalam konstitusi.
"Pembubaran film ini menunjukan betapa takutnya mereka dengan adanya diskusi dan nonton film, sehingga ini bukti nyata kalau demokrasi sudah mati," kata Zainuddin, Sabtu (16/5/2026).
Zainuddin menegaskan, kegiatan nobar film seharusnya menjadi bahan refleksi bagi pemerintah untuk menghentikan segala bentuk penjajahan di atas tanah yang katanya sudah merdeka.
Negara harus benar-benar memberikan ruang kebebasan bagi masyrakat sipil dalam berkumpul berserikat menyampaikan pendapat, bukan malah menjadi aktor yang menyebabkan turunnya demokrasi sebagai hak konstitusional.
"Hentikan segala bentuk tindakan intimidasi pembubaran kegiatan nobar film dan diskusi," tegasnya.
Dia mengatakan, negara harus hadir memberikan ruang kebebasan sipil, dan tidak melakukan tindakan yang membuat kemunduran demokrasi dengan alasan yang tidak masuk akal.
"Saya rasa film ini gak ada yang mengandung kotroversi dan provokasi. Adegannya berdasarkan jurnalistik investigatif," ungkapnya.
Zainuddin menegaskan, jika pemerintah tidak bersalah mengapa harus membubarkan kegiatan diskusi film. Menurutnya kejadian ini merupakan potret negara yang takut pada rakyat yang kritis.
"Tindakan oknum TNI merupakan bukti bahwa negara takut pada rakyat sipil yang kritis dan tahu betapa busuknya sistem pemerintahan di negara ini," ujarnya.
Dia mendesak pemerintah untuk menghentikan segala bentuk intimidasi pada jurnalis rakyat sipil yang melakukan nobar dan diskusi film. Sebab, menurutnya, negara harus benar-benar menjamin demokrasi berjalan sebagaimana mestinya.
"Hentikan tindakan intimidasi terhadap rakyat sipil dan jurnalis tegakkan demokrasi di negara ini," pungkasnya. (*)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
13 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
13 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
13 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
13 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
13 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
13 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
13 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
13 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
13 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
2 days ago





