Kapolri Luncurkan Aplikasi I-GHAS 24/7, Perketat Pengawasan Buronan di Perbatasan
Redaksi - Sunday, 08 November 2026 | 03:28 AM


salsabilafm.com - Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto meluncurkan aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7) untuk memperkuat pengawasan terhadap buronan internasional dan pelaku kejahatan lintas negara di pintu perbatasan Indonesia.
Peluncuran aplikasi tersebut berlangsung di Gedung Rupatama Mabes Polri, Kamis (6/11/2026). Kegiatan itu dihadiri Kadiv Hubinter Polri Irjen Untung Widyatmoko dan Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko.
Suyudi mengatakan, aplikasi tersebut merupakan inovasi kolaborasi Polri dan Direktorat Jenderal Imigrasi dalam memperkuat pengawasan terhadap buronan internasional, khususnya di pintu masuk dan perlintasan Indonesia.
"Ini adalah terobosan yang dilakukan secara kolaboratif antara Polri dan Ditjen Imigrasi. Tentunya ini untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia," dilansir dari cnnindonesia.com, Jumat (7/11/2026).
Menurutnya, I-GHAS 24/7 menghubungkan petugas Imigrasi dengan Hubinter Polri melalui jaringan Interpol yang menjangkau 196 negara. Melalui sistem tersebut, kecocokan data buronan dapat segera diverifikasi dan dikoordinasikan untuk penanganan lebih lanjut.
Dalam kesempatan itu, Suyudi juga menyinggung sejumlah keberhasilan pengungkapan kasus melalui kerja sama lintas negara. Di antaranya penangkapan buronan Interpol terkait tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Bandara Soekarno-Hatta, penggagalan penyelundupan 1,6 ton ketamin, hingga pengungkapan laboratorium gelap.
"Tentunya hal ini perlu kita perkuat dengan teknologi yang senantiasa lebih cepat, lebih tepat untuk identifikasi dan kecepatan dalam penanganannya," tuturnya.
Suyudi menambahkan, aplikasi I-GHAS juga direncanakan dikembangkan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta integrasi data biometrik pada 2027.
Karena itu, dia meminta seluruh jajaran memastikan kesiapan personel dan keandalan sistem agar implementasi aplikasi tersebut dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan, integrasi data dan komunikasi digital menjadi kebutuhan dalam menghadapi tantangan pengawasan perbatasan.
"Bagaimana sebenarnya kolaborasi komunikasi yang telah terjalin, terutama di daerah-daerah perlintasan, akan terhubung melalui suatu sistem yang benar-benar lebih tepat, lebih cepat, lebih akurat," tuturnya.
Dia berharap peluncuran aplikasi tersebut menjadi awal penguatan kerja sama yang lebih luas antara Imigrasi dan Polri dalam menjaga kedaulatan serta keamanan negara.
"Komitmen kami bersama, bagaimana kita mempunyai doktrin yang sama, berorientasi yang sama: Imigrasi untuk rakyat, polisi untuk masyarakat," pungkasnya. (*)
Next News

Bareskrim Polri Dalami Dugaan Makar dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
13 hours ago

Jaga Keamanan Kampung, Pengurus Ranting NU Mandangin Tengah Gelar Ronda Malam
13 hours ago

Bangunan KDKMP di Pamekasan Jauh dari Permukiman, Dandim: Di Lokasi Itu Akan Bangun Pesantren
a day ago

Perahu Angkut Rombongan Santri Terbalik di Sumenep, Tidak Ada Korban Jiwa
a day ago

Madura United Kalahkan Arema FC 3-0
a day ago

Kasus Digitalisasi SPBU, KPK Sebut Bobby Rasyidin Kooperatif karena Kembalikan Uang Rp2 Miliar
a day ago

Pemerintah Tingkatkan Status PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
a day ago

Tanam Pohon di Ponpes Assirojiyyah Kajuk, Kapolres Sampang Ajak Santri Peduli Lingkungan
a day ago

Berteduh di Gubuk Sawah, Petani di Bangkalan Meninggal Dunia Tersambar Petir
a day ago

Petani di Sumenep Ditangkap, Diduga Sediakan Tempat Judi Togel
2 days ago





