Dugaan TPPO PMI Asal Sampang: Dijanjikan Kerja di Dubai, Berakhir di Libya
Syabilur Rosyad - Tuesday, 13 October 2026 | 05:48 AM


salsabilafm.com – Dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengungkap jalur keberangkatan yang kini menjadi perhatian pemerintah daerah. Nurul Hasanah, warga Kelurahan Rongtengah, semula dijanjikan bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab, tetapi justru berakhir di Libya dan telah berada di negara tersebut selama sekitar delapan bulan.
Kabid Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sampang, Uriantono Triwibowo, mengungkapkan, perjalanan Nurul Hasanah ke luar negeri bermula saat bertemu seseorang bernama Aldi di Surabaya.
Aldi diduga menawarkan pekerjaan di Dubai. Setelah itu, Nurul dibawa ke Jakarta untuk bertemu dengan seseorang bernama Holis sebelum melanjutkan perjalanan ke luar negeri.
"Nurul sempat berada di Dubai sekitar 13 hari sebelum kemudian dikirim ke Libya. Saat ini, ia berada di Benghazi, Libya Timur," ungkap Uriantono, Selasa (13/10/2026).
Menurut Uriantono, dugaan TPPO tersebut muncul karena proses keberangkatan Nurul diduga melibatkan perantara dan tidak melalui mekanisme resmi penempatan PMI.
"Informasi mengenai dugaan TPPO itu diterima Disnaker Sampang dari sebuah lembaga di Jakarta. Setelah menerima informasi tersebut, pihaknya berupaya menelusuri kondisi dan keberadaan Nurul melalui koordinasi dengan keluarganya," jelasnya.
Meski demikian, Uriantono menegaskan, dugaan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui proses hukum. Penentuan ada atau tidaknya tindak pidana serta pihak yang bertanggung jawab merupakan kewenangan aparat penegak hukum.
Disnaker Sampang meminta keluarga Nurul menyampaikan informasi maupun bukti terkait pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk Aldi dan Holis, kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti.
"Jika keluarga memiliki data mengenai Aldi maupun Holis, kami meminta agar informasi tersebut dilaporkan kepada kepolisian," tegasnya.
Uriantono menambahkan, pemerintah daerah siap mendampingi keluarga Nurul dalam proses hukum untuk membantu penelusuran dugaan TPPO tersebut.
"Pemerintah daerah menyatakan siap mendampingi keluarga dalam proses hukum," pungkasnya. (Syad)
Next News

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Penyuluh KB Sampang Salurkan 15 Tangki Air Bersih
8 hours ago

KPM PKH Sampang Diminta Teken Pernyataan Bermaterai, Moh Hakim: Benar Ada Surat Tersebut
13 hours ago

Kemarau Panjang, Ratusan Warga Desa Bandung Bangkalan Gelar Sholat Istisqa
13 hours ago

Pria di Sumenep Ditangkap Polisi, Diduga Aniaya Istri
13 hours ago

Program MBG Belum Sentuh Pulau Sakala Sumenep
13 hours ago

Pulau Mandangin Masuk Data Kekeringan, BPBD Sampang Terkendala Mobilisasi
14 hours ago

2 Pria Asal Jember Ditangkap di Sampang, Diduga Bawa Ratusan Gram Sabu
6 hours ago

14 Proyek PAMSIMAS Rp7 Miliar Mulai Dikerjakan, DPRD Sampang: Belum Ada Koordinasi
6 hours ago

Soal Tawaran Bantuan Malaysia untuk Tangani Karhutla, Dudung: Tadi Belum Dibahas
6 hours ago

Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional
7 hours ago





