Selasa, 13 Oktober 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

14 Proyek PAMSIMAS Rp7 Miliar Mulai Dikerjakan, DPRD Sampang: Belum Ada Koordinasi

Syabilur Rosyad - Tuesday, 13 October 2026 | 12:44 PM

Background
14 Proyek PAMSIMAS Rp7 Miliar Mulai Dikerjakan, DPRD Sampang: Belum Ada Koordinasi
Salah satu titik pengerjaan PAMSIMAS di Sampang. (Rosyad/Salsa/)

salsabilafm.com – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) mulai dikerjakan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Program yang bersumber dari APBN 2026 itu menyasar 14 desa di lima kecamatan dengan total anggaran sekitar Rp7 miliar.


Setiap titik kegiatan mendapat pagu anggaran sebesar Rp500 juta. Pelaksanaan pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 120 hari, terhitung sejak 20 Agustus hingga 18 Desember 2026.


Asisten Pendamping Air Minum (APAM) PAMSIMAS, Akhmad Munirruzaman mengatakan, anggaran tersebut bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya.




Menurutnya, PAMSIMAS tidak hanya berfokus pada pembangunan tandon air, tetapi juga mencakup rangkaian penyediaan sarana air minum, mulai dari pengeboran sumber air, pembangunan bak tampungan hingga pemasangan jaringan perpipaan.


"Program PAMSIMAS mencakup mulai dari pengeboran sumber air, pipa, bak tampungan, sampai pemasangan jaringan perpipaan. Untuk kedalaman pengeboran sumur bor bergantung pada survei geolistrik," kata Munirruzaman, Senin (12/10/2026). 




Setiap lokasi ditargetkan mampu melayani sedikitnya 65 Sambungan Rumah (SR). Hingga saat ini, progres pekerjaan di sejumlah lokasi disebut rata-rata berada pada kisaran 10 hingga 20 persen.


Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) di masing-masing desa dengan pendampingan Fasilitator Masyarakat (FM). Sementara itu, pengelolaan administrasi dan keuangan kegiatan dibantu Asisten Administrasi Keuangan (AAK), yang masing-masing mendampingi tiga desa.


"Yang mendampingi warga desa atau Pokmas tugasnya FM selaku tenaga pendamping, sedangkan pengelolaan administrasi adalah AAK," jelasnya.




Penetapan lokasi penerima program PAMSIMAS tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 6942/KPTS/Mn/2026.


"Adapun 14 desa penerima program tersebar di lima kecamatan. Di Kecamatan Banyuates, kegiatan dilaksanakan di Desa Trapang. Kecamatan Jrengik mencakup Desa Taman, sedangkan Kecamatan Ketapang berada di Desa Paopale Laok," tambahnya. 




Kecamatan Omben menjadi wilayah dengan penerima terbanyak, yakni tujuh desa, meliputi Kamondung, Karang Gayam, Kebun Sareh, Madulang, Rapat Daya, Rapalaok, dan Tambak.


Sementara itu, empat desa lainnya berada di Kecamatan Torjun, yakni Jeruk Porot, Pangongsean, Patapan, dan Patarongan.


Di sisi lain, Ketua Komisi III DPRD Sampang, Baihaki Munir, mengaku belum memperoleh informasi resmi mengenai pelaksanaan program tersebut. Dia menyebut belum ada koordinasi dengan pihaknya terkait PAMSIMAS.




"Saya kurang tahu kalau Sampang dapat kegiatan PAMSIMAS, belum ada koordinasi ke kita," kata Baihaki. 


Belum adanya koordinasi tersebut menjadi perhatian di tengah pelaksanaan program bernilai sekitar Rp7 miliar yang ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan air minum di desa-desa penerima manfaat. (Syad)