Senin, 12 Oktober 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Kebakaran di Bangka Selatan, 305 Rumah dan 1.800 Jiwa Terdampak

Redaksi - Monday, 12 October 2026 | 11:38 AM

Background
Kebakaran di Bangka Selatan, 305 Rumah dan 1.800 Jiwa Terdampak
Kebakaran melanda permukiman warga di Dusun Serdang, Desa Jelutung 2, Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Belitung. (Istimewa/)

salsabilafm.com - Kebakaran melanda permukiman warga di Dusun Serdang, Desa Jelutung 2, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (10/10/2026). Sebanyak 305 rumah terdampak, dengan total 450 kepala keluarga atau 1.800 jiwa.


Pelaksana Tugas Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Afandi, mengatakan, luas area terdampak mencapai 8,3 hektare. Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp2 miliar.


"Berdasarkan update data terbaru, jumlah rumah warga terdampak kebakaran sebanyak 305 unit dengan kerugian ditaksir Rp2 miliar," kata Agus di Dusun Serdang, Minggu (11/10/2026), dilansir dari cnnindonesia.com.




Selain rumah warga, kebakaran juga menghanguskan 50 bangunan sarang burung walet. Sementara itu, dampak terhadap fasilitas umum masih dalam pendataan.


Agus menyebutkan, sebanyak 500 warga mengungsi di dua lokasi, yakni tenda pengungsian SDN 7 Simpang Rimba sebanyak 300 jiwa dan Masjid Al Muhajirin sebanyak 200 jiwa. Sebagian warga lainnya memilih tinggal sementara di rumah kerabat yang tidak terdampak.




Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan proses pendinginan. Hal ini dilakukan karena sebagian besar rumah warga menggunakan material papan yang mudah terbakar.


Hingga Minggu malam, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Berdasarkan informasi awal, api diduga bermula dari pembakaran lahan di dekat permukiman sekitar pukul 15.10 WIB.


"Berdasarkan informasi yang diperoleh penyebab kebakaran hebat ini berawal dari terbakarnya lahan di dekat lingkungan permukiman penduduk, karena tiupan angin kencang dan lokasi kering membuat api semakin cepat merambat ke pemukiman penduduk yang kebanyakan material rumah penduduk dinding papan," katanya. (*)