9 Nelayan Sumenep Ditahan Otoritas Australia, 2 Dikarantina karena Sakit
Redaksi - Saturday, 10 October 2026 | 03:35 AM


salsabilafm.com - Sebanyak sembilan nelayan asal Desa Tonduk, Kecamatan Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, ditahan otoritas Australia. Benny Halim, tokoh masyarakat Desa Tonduk, membenarkan penangkapan tersebut
"Mereka cari teripang ke sana. Bisa berbulan-bulan sejak mereka berangkat, tiga bulan kadang," kata Benny, Jumat (9/10/2026).
Dari info yang diterima Benny, sembilan nelayan itu adalah anak buah kapal (ABK) KM Rukun Desa yang ditangkap pada 22 September 2026.
KM Rukun Desa dinahkodai Mupaher. Delapan ABK lainnya adalah Hairi, Aes, Rudi, Hamsu, Heri, Beging, Ulum, dan Sahidi.
Menurut Benny, mereka diduga mencari teripang dan hiu untuk diambil siripnya di wilayah Northern Territory, Australia.
Setelah penangkapan, para nelayan dibawa ke Darwin dan tiba pada 28 September 2026. Pada 30 September 2026, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KRI) Darwin, mengunjungi mereka untuk memberikan akses kekonsuleran.
"Nelayan mendapat perlakuan baik dari otoritas Australia," ungkap Benny.
Kini, seluruh nelayan ditempatkan di Northern Alternative Place of Detention (NAPOD) Darwin sambil menunggu proses selanjutnya.
Benny menyebut, sembilan nelayan tersebut dilaporkan dalam kondisi sehat sejak penangkapan hingga tiba di tempat penahanan, kecuali Beging dan Sahidi yang dikarantina secara terpisah karena sakit.
Sementara itu, Camat Raas, Achmad Fikri, mengatakan, pihaknya telah menerima informasi bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur telah mengirimkan surat koordinasi kepada pemerintah terkait.
Pembahasan mencakup pemenuhan data dan dokumen kependudukan serta langkah penanganan sesuai kewenangan masing-masing instansi. "Sudah ada surat koordinasinya. Akan membahas para nelayan yang ditahan itu," katanya.(*)
Next News

Kecelakaan di JLS Sampang, 1 Orang Meninggal Dunia
7 hours ago

Tanggapi Pembongkaran Paksa Minimarket di Pamekasan, Begini Penjelasan Emil Dardak
7 hours ago

Saksikan Ibunya Diancam dengan Celurit, Anak 8 Tahun di Pamekasan Alami Trauma
an hour ago

Polisi Panggil Saksi-saksi Kasus Pembongkaran Retail Modern di Pamekasan
an hour ago

Leher Siswa SMA Terjerat Kabel PLN di Bangkalan
a day ago

Digerebek Suami di Tempat Kerja, Nakes Diduga Selingkuh dengan Kepala Puskesmas Robatal
a day ago

Pecatur Sampang Raih Dua Medali di Asia Pacific Deaf Chess Championship 2026
a day ago

Minibus Vs Motor Terlibat Kecelakaan di Pamekasan
2 days ago

Kecewa Pelayanan Kesehatan, Warga Segel Pustu Blu'uran Sampang
2 days ago

Dapat Bonus Emas Asian Games 2026, Zaki Ubaidillah Bangun GOR di Sampang Madura
2 days ago



