Kamis, 8 Oktober 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Dapat Bonus Emas Asian Games 2026, Zaki Ubaidillah Bangun GOR di Sampang Madura

Redaksi - Thursday, 08 October 2026 | 08:14 AM

Background
Dapat Bonus Emas Asian Games 2026, Zaki Ubaidillah Bangun GOR di Sampang Madura
Pebulu Tangkis Ubaidillah asal Kabupaten Sampang, Jawa Timur. (Istimewa/)

salsabilafm.com - Pebulu tangkis muda Indonesia asal Kabupaten Sampang, Madura, Mohammad Zaki Ubaidillah, memilih memanfaatkan sebagian hadiah pertandingan untuk membangun gelanggang olahraga (GOR) di kampung halamannya. Langkah tersebut menjadi bentuk investasi sekaligus upaya mendukung perjalanan kariernya di dunia bulu tangkis.


Atlet yang akrab disapa Ubed itu mengatakan, apresiasi dan hadiah yang diterimanya dari berbagai pertandingan tidak menjadi beban. Sebagian uang tersebut diberikan kepada orang tuanya, sedangkan sebagian lainnya digunakan untuk investasi.


"Kalau buat saya sih tidak. Mungkin kalau dapat apresiasi atau prize money seperti itu, saya kadang kasih ke orang tua. Saya juga bikin GOR di rumah, buat investasi juga," kata Ubed di Pelatnas PP PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (7/10/2026) dikutip dari Antara.




Ubed menjadi salah satu bagian penting dari tim beregu putra Indonesia yang berhasil meraih medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.


Atas prestasi tersebut, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memberikan apresiasi sebesar Rp2 miliar kepada tim beregu putra. Dana itu kemudian dibagikan kepada para pemain dalam tim.




Secara keseluruhan, PBSI menyiapkan apresiasi senilai Rp4,5 miliar bagi para atlet yang berhasil meraih dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu pada ajang tersebut.


Selain tim beregu putra, pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menerima Rp1 miliar atas keberhasilan meraih emas ganda putra. Sementara itu, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah memperoleh Rp500 juta setelah meraih perak ganda campuran.


Tim beregu putri yang meraih perunggu mendapat apresiasi Rp500 juta. Adapun Alwi Farhan serta pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri masing-masing menerima Rp250 juta.




Dalam pertandingan final beregu putra, Ubed tampil pada partai kelima yang menjadi penentu kemenangan Indonesia setelah tim Merah Putih sempat tertinggal 0-2.


Ubed mengaku sempat merasakan ketegangan sebelum bertanding. Untuk menenangkan diri, dia menelepon orang tuanya dari bangku cadangan guna meminta doa.




"Saya sempat tegang juga. Saya sempat menelepon orang tua sebelum main, di bench, untuk meminta doa," ujarnya.


"Alhamdulillah bisa bermain dengan lancar, tanpa cedera juga, dan bisa meraih kemenangan di partai penentuan," lanjutnya.


Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi penampilan perdana Ubed di ajang olahraga terbesar di Asia tersebut. Ia bersyukur dapat mengawali kiprahnya dengan pencapaian membanggakan bersama tim Indonesia.




Meski demikian, pebulu tangkis muda tersebut menyadari masih banyak hal yang perlu ditingkatkan untuk menghadapi berbagai turnamen mendatang.


"Ke depannya masih banyak yang harus saya perbaiki dan saya tambah lagi. Masih banyak pertandingan yang harus diikuti dan dipelajari," tuturnya.




Pemanfaatan hadiah pertandingan untuk membangun GOR di kampung halaman menjadi salah satu langkah Ubed dalam menyiapkan investasi jangka panjang, di tengah upayanya mengembangkan kemampuan dan mempertahankan prestasi di level internasional. (*)