Minggu, 11 Oktober 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Polda Jatim Sita 4,7 Juta Butir Obat Keras Selama Januari-September 2026

Redaksi - Sunday, 11 October 2026 | 09:31 AM

Background
Polda Jatim Sita 4,7 Juta Butir Obat Keras Selama Januari-September 2026
Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Kapolda Jawa Timur mengikuti tradisi pedang pora saat tiba di Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Minggu (11/10/2026). (Istimewa/)

salsabilafm.com - Polda Jawa Timur menyita sebanyak 4.733.128 butir obat keras selama Januari hingga September 2026. Pemberantasan peredaran obat keras daftar G menjadi salah satu prioritas Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono untuk menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Dekananto mengatakan, penyalahgunaan obat keras menjadi perhatian kepolisian karena berpotensi memicu kenakalan remaja, tawuran, dan gangguan ketertiban lainnya.


"Salah satu atensi saya adalah peredaran obat keras daftar G. Saya pastikan Jawa Timur harus bersih dari obat-obatan tersebut karena penyalahgunaannya dapat menjadi salah satu pemicu kenakalan remaja, tawuran, dan gangguan kamtibmas lainnya," kata Dekananto di Mapolda Jatim, Surabaya, Minggu (11/10/2026).




Berdasarkan data Polda Jatim, Direktorat Reserse Narkoba bersama polres jajaran menyita 1.079.746 butir obat keras selama Juli hingga September 2026. Jumlah tersebut menambah penyitaan pada semester pertama sebanyak 3.653.382 butir.


Selain pemberantasan obat keras, Dekananto berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian agar lebih humanis dan terbuka terhadap kritik. Dia meminta masyarakat memberikan masukan apabila menemukan tindakan anggota yang dinilai kurang tepat.




"Apabila saya dan seluruh jajaran Polda Jawa Timur melakukan hal-hal yang kurang berkenan atau kurang tepat dalam bertindak, saya mohon dimaafkan dan diberikan koreksi. Kami akan merespons dan menindaklanjuti masukan tersebut," ujarnya, dilansir Antara.


Dekananto juga menyatakan akan melanjutkan program-program positif yang telah dijalankan Kapolda Jatim sebelumnya, Irjen Pol Nanang Avianto. Menurutnya, kesinambungan program penting untuk menjaga kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.


Dia menegaskan, keberhasilan tugas kepolisian membutuhkan koordinasi dan dukungan berbagai pihak, mulai dari personel kepolisian, pemerintah daerah, TNI, pemangku kepentingan, hingga masyarakat.




Dekananto mengajak seluruh personel menjaga kekompakan dan profesionalisme dalam menjalankan amanah serta memberikan pelayanan terbaik bagi warga Jawa Timur. (*)